Koma.id– Aktivis media sosial Ferry Irwandi mengaku menjadi korban serangan dan teror digital yang terkoordinasi. Pengakuannya ini menyusul pernyataannya yang menyebut bahwa upaya pemberlakuan darurat militer pada Minggu (31/8/2025) berhasil dicegah.
Ferry melaporkan bahwa nomor telepon pribadinya dan keluarga disebarluaskan secara masif oleh akun-akun anonim yang ia sebut sebagai para provokator.
Serangan digital terhadap Ferry disebutnya telah berlangsung sejak dini hari, sekitar pukul 05.00 WIB. Meski mendapat berbagai bentuk intimidasi, Ferry menegaskan bahwa dirinya tidak takut.
Dudung Naik Jadi Menko Polkam, Listyo Sigit Tinggalkan Kursi Kapolri Jadi Kepala Staf Presiden
Ia justru menginterpretasikan serangan tersebut sebagai bukti bahwa langkah yang dilakukannya sudah tepat dan dianggap mengancam kepentingan pihak tertentu.
Ferry menduga kuat bahwa teror yang ia alami berkaitan langsung dengan posisinya yang dianggap menghalangi upaya pemberlakuan darurat militer.








