Koma.id – Di tengah panasnya situasi politik dan gelombang aksi unjuk rasa yang berujung ricuh di berbagai daerah, sebuah pernyataan mengejutkan datang dari Organisasi Pemuda Lintas Iman.
Sembilan tokoh pemuda dari berbagai agama dan organisasi besar, mulai dari Pemuda Muhammadiyah, GP Ansor, Pemuda Katolik, GAMKI, Pemuda Konghucu, Peradah, Gemabudhi, GPII, hingga Pemuda Mathla’ul Anwar, bersatu dalam satu suara: #JagaIndonesia.
Mereka menyampaikan dukacita mendalam atas jatuhnya korban luka hingga meninggal dunia dalam aksi demonstrasi. Lebih dari itu, mereka menuntut Pemerintah dan DPR agar tidak tuli terhadap aspirasi rakyat.
Dalam pernyataannya, Organisasi Pemuda Lintas Iman mendesak partai politik segera menindak tegas anggota dan elitnya yang kerap melontarkan ucapan provokatif yang justru memperkeruh suasana dan melukai hati rakyat.
Tak hanya itu, mereka juga menyerukan masyarakat agar tetap menyampaikan aspirasi secara damai, tanpa aksi anarkis, perusakan, ataupun penjarahan, yang justru merugikan rakyat sendiri.
“Jangan sampai bangsa ini terjebak dalam jebakan provokator yang ingin mengadu domba dan mengulang luka kelam kerusuhan 98,” tegas pernyataan itu.
Mereka juga meminta aparat Polri dan TNI untuk tetap profesional, tidak represif pada aksi damai, namun tegas terhadap pelaku anarkis yang sengaja menciptakan huru-hara.
Sebagai penutup, seluruh kader organisasi pemuda lintas iman diinstruksikan untuk turun langsung ke masyarakat, bergotong royong menjaga persatuan, membangun ruang dialog, serta menjaga fasilitas umum di daerah masing-masing.
Pernyataan sikap ini diteken Minggu, 31 Agustus 2025, oleh sembilan ketua umum organisasi pemuda lintas agama. Sebuah momentum langka di mana perbedaan iman ditanggalkan, demi satu tujuan besar: menyelamatkan keutuhan bangsa.
Organisasi Pemuda Lintas Iman
1. Dzulfikar Ahmad Tawalla (Ketum PP Pemuda Muhammadiyah)
2. Addin Jauharuddin (Ketum GP Ansor)
3. Stefanus Gusma (Ketum PP Pemuda Katolik)
4. Sahat Martin Philip Sinurat (Ketum DPP GAMKI)
5. Kris Tan (Ketum Pemuda Konghucu)
6. Putu Yoga Saputra (Ketum Pemuda Peradah)
7. Wiryawan (Waketum Pemuda Gemabudhi)
8. Masri Ikoni (Ketum Pemuda GPII)
9. Ahmad Nawawi (Ketum Pemuda Mathla’ul Anwar)










