Koma.id- Aksi demonstrasi di depan Gedung MPR/DPR RI pada 25 Agustus 2025 yang menolak tunjangan anggota dewan, justru diwarnai temuan mengejutkan. Dari hasil pemeriksaan urine yang dilakukan aparat terhadap pelaku kerusuhan, sebanyak 7 orang peserta aksi dinyatakan positif narkoba.
Data resmi menyebutkan, total 304 orang diperiksa, terdiri dari 202 orang dewasa dan 102 anak-anak. Hasilnya, 297 orang negatif, sementara 7 orang dewasa terbukti positif narkoba.
Temuan ini sontak menimbulkan tanda tanya besar. Bagaimana mungkin aksi yang diklaim sebagai gerakan suci melawan ketidakadilan DPR justru dicoreng oleh indikasi penggunaan barang haram?
Aparat memastikan ketujuh orang tersebut akan diproses. Wajah demonstrasi yang seharusnya fokus pada isu kesejahteraan rakyat justru digeser oleh isu narkoba.







