Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

DITCEGAH D88 Bersinergi dengan Ketua MUI DKI dan Ponpes Daarul Rahman, Perkuat Benteng Pencegahan Paham IRET

Views
×

DITCEGAH D88 Bersinergi dengan Ketua MUI DKI dan Ponpes Daarul Rahman, Perkuat Benteng Pencegahan Paham IRET

Sebarkan artikel ini
DITCEGAH D88 Bersinergi dengan Ketua MUI DKI dan Ponpes Daarul Rahman, Perkuat Benteng Pencegahan Paham IRET

Koma.id, Jakarta — Direktorat Pencegahan (Ditcegah) Densus 88 AT Polri terus memperkuat jejaring pencegahan paham IRET dengan menjalin silaturahmi dan penggalangan bersama tokoh agama. Kali ini, kegiatan berlangsung di kediaman Ketua MUI Wilayah DKI Jakarta yang juga Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Rahman, Dr. K.H. Faiz Syukron Makmun, Lc., M.A., di Jl. Purwa Raya I, Cipedak, Jagakarsa.

Pertemuan yang dimulai pukul 20.00 WIB ini dihadiri langsung oleh Kombes Pol Moh Dofir (Densus 88 AT Polri), H. M. Yunus Hasyim, S.Ag. (Kepala Kemenag Jakarta Selatan), serta Edi Diarman (Ketua Umum Asosiasi Pengelasan Indonesia/API-IWS).

Silakan gulirkan ke bawah

Dalam kesempatan tersebut, Tim Ditcegah D88 mengajak seluruh tokoh lintas agama untuk bersama-sama membangun kesadaran kolektif dalam menolak paham IRET dan mengedepankan sikap inklusif di masyarakat. “Peran tokoh agama sangat penting untuk menjaga kerukunan dan mencegah masuknya paham yang mengancam persatuan bangsa,” tegas Kombes Pol Moh Dofir.

Menanggapi hal tersebut, Dr. K.H. Faiz Syukron Makmun menegaskan komitmennya untuk bersinergi dengan Densus 88. “Kami siap menjadi garda depan dalam memperkuat persaudaraan dan harmonisasi antarumat beragama,” ujarnya.

Menariknya, acara ini juga menjadi wadah berbagi inspirasi dari Ketua Umum API-IWS, Edi Diarman, yang mendorong para santri dan alumni pesantren menguasai keterampilan pengelasan. Ia menekankan bahwa lulusan pesantren tidak hanya berpeluang menjadi welder atau engineer, tetapi juga dapat menjadikan keahlian ini sebagai sarana dakwah dan pemberdayaan ekonomi.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam membangun sinergi antara aparat keamanan, tokoh agama, dan dunia pendidikan untuk mencegah paham IRET sekaligus mencetak generasi muda yang kuat secara moral, spiritual, dan keterampilan.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.