Koma.id – Pernyataan Kepala Kantor Kepresidenan Hasan Nasbi dengan menyarankan Kepala Babi di masak saat memberikan respons terkait teror di Kantor Tempo berbuntut panjang dan menuai kritik publik.
Ketua Dewan Pers, Ninik Rahayu, mendesak Hasan Nasbi, untuk meminta maaf atas pernyataannya yang dianggap tidak pantas terkait kasus teror kepala babi yang dikirim ke kantor jurnalis Tempo.
Ninik menilai bahwa pernyataan Hasan terkesan sebagai candaan di tengah peristiwa serius yang seharusnya mendapatkan perhatian lebih.
Kritikan juga datang dari aktor Fedi Nuril yang mengingatkan bahwa ucapannya Hasan Nasbi mewakili Presiden.
Pernyataan tersebut mendapat dukungan dari sejumlah warganet yang menilai pemerintah tidak menunjukkan empati terhadap ancaman terhadap kebebasan pers.
Sementara Pendiri Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti menilai Hasan Nasbi perlu mengambil cuti atau bahkan mundur dari jabatannya.
Ray meminta agar Hasan Nasbi kembali ke dunia akademik.
Koalisi Masyarakat Sipil juga ikut mengecamnya dan menilai pernyataannya tidak berempati dan mengabaikan prinsip kebebasan pers.













