Koma.id, Polewali Mandar – Pembagian ribuan paket sembako gratis dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di halaman rumah jabatan Bupati Polewali Mandar, Selasa (18/3), berlangsung ricuh.
Kericuhan terjadi akibat membeludaknya warga yang memadati lokasi pembagian sembako. Aksi saling dorong dan desak-desakan tidak terhindarkan, membuat petugas serta panitia kewalahan mengatur antrean.
Sejak sore hari, ribuan warga telah berkumpul dengan harapan mendapatkan sembako di tengah tingginya harga kebutuhan pokok. Awalnya, pembagian berjalan tertib dengan sistem kupon yang dibagikan sebelumnya. Namun, situasi berubah saat banyak warga tanpa kupon ikut merangsek ke area pembagian.
Panitia menyediakan sebanyak 1.000 paket sembako untuk lokasi tersebut, yang berisi gula, tepung, minyak, susu, dan sirup. Sayangnya, paket sembako ini habis dalam waktu singkat.
Ratusan warga yang telah mengantre sejak sore hari mengaku kecewa karena tidak kebagian. Pembagian yang awalnya dijadwalkan sore hari bahkan sempat tertunda hingga malam karena situasi membludak.
Menurut Ary Iftikhar Shihab, penanggung jawab kegiatan, total sebanyak 2.000 paket sembako akan dibagikan di dua lokasi berbeda, masing-masing 1.000 paket di setiap lokasi.
“Pembagian ini bertujuan membantu masyarakat merayakan Idul Fitri sebagai bentuk perhatian dan kepedulian dari Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Barat,” ujar Ary.
Ia menambahkan, sistem pembagian sembako menggunakan kupon yang telah dibagikan sehari sebelumnya, dengan koordinasi dari pihak Kesra Kabupaten.
“Cara pembagian sembakonya pakai kupon yang dibagikan, kita koordinasi dengan Kesra Kabupaten ada juga kita yang membagikan langsung yang kita anggap sangat membutuhkan.” Tambah Ary.
Meski demikian, pembagian sembako tetap menimbulkan ketegangan di lapangan. Ibrahim, salah satu warga yang berhasil mendapatkan sembako, mengungkapkan rasa syukurnya setelah lama menunggu.
“Saya sudah di sini sejak jam lima sore sampai buka bersama. Alhamdulillah, dapat sembako. Isinya ada beras, sirup, gula, dan lainnya,” katanya.
Dengan pembagian ini, diharapkan masyarakat dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Namun, panitia diimbau untuk mengevaluasi sistem distribusi agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.









