Koma.id, Banjar – Menjelang Lebaran Idul Fitri, harga emas di Pasar Niaga Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, mengalami kenaikan signifikan. Lonjakan harga ini memicu banyak konsumen menjual emas mereka untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadan dan Idul Fitri.
Di pasar ini, harga emas dengan kadar 99 persen kini mencapai Rp 1,6 juta per gram. Sementara itu, emas kadar 70 persen dijual seharga Rp 1,22 juta per gram. Tingginya harga jual emas membuat konsumen memanfaatkan momentum ini untuk melepas aset mereka.
Rudy, salah satu pedagang emas di Martapura, menjelaskan bahwa kenaikan harga emas ini tidak hanya menarik perhatian penjual, tetapi juga sebagian pembeli.
“Harga emas sekarang melonjak hampir mencapai Rp 2 juta per gram. Banyak yang menjual, tapi ada juga yang masih membeli,” ungkap Rudy.
Ia menambahkan, baru tahun ini harga emas mengalami kenaikan signifikan jelang Lebaran.
Menurut Rudy, puncak penjualan emas diperkirakan akan terjadi lima hari sebelum Idul Fitri, ketika masyarakat mulai mempersiapkan kebutuhan hari raya.
Lonjakan harga emas tidak hanya terjadi di pasar lokal, tetapi juga pada harga emas batangan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. Hari ini, Rabu (19/3/2025), harga emas Antam naik Rp 14.000 per gram menjadi Rp 1.759.000 per gram.

Angka ini memecahkan rekor tertinggi sepanjang sejarah, melampaui harga pada Selasa (18/3/2025) yang mencapai Rp 1.742.000 per gram.
Harga buyback emas Antam juga mengalami kenaikan serupa, meningkat Rp 14.000 menjadi Rp 1.608.000 per gram.
Berdasarkan data dari situs Logam Mulia, rincian harga emas batangan Antam, yang telah dikenakan pajak PPh 0,25 persen, adalah sebagai berikut:
• 0,5 gram: Rp 931.824
• 1 gram: Rp 1.763.398
• 2 gram: Rp 3.466.645
• 5 gram: Rp 8.591.425
• 10 gram: Rp 17.127.713
Kenaikan harga ini menjadi peluang emas bagi masyarakat yang telah berinvestasi di logam mulia. Di sisi lain, kebutuhan tinggi menjelang Lebaran juga mendorong masyarakat untuk menjual emas mereka demi memenuhi berbagai keperluan.








