Jakarta – Politikus Partai Nasdem Irma Suryani Chaniago turut mengomentari soal nama Presiden ke-7 RI, Joko Widodo yang masuk dalam daftar finalis Person of The Year 2024 untuk kategori kejahatan organisasi dan korupsi versi Organize Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP).
Menurut Irma, lembaga tersebut tidak bisa dijadikan acuan lantaran daftar nama diurutkan bukan berdasarkan data dan fakta.
Daftar finalis ini ada setelah OCCRP meminta nominasi dari para pembaca, jurnalis, juri, dan pihak lain dalam jaringan global organisasi ini.
“Yang pertama, lembaga tersebut (OCCRP) merilis berdasarkan polling. Bukan data dan fakta,” kata Irma, Rabu (1/1/2025).
Irma beranggapan, daftar tersebut juga dibuat lantaran pemerintahan Jokowi banyak bekerja sama dengan China, yang memiliki konflik dengan Amerika Serikat (AS).
“Dugaan saya karena Jokowi lebih memilih bekerja sama dengan lawan politik AS, yaitu China, karena investasi China jauh lebih menguntungkan daripada AS, di mana semua investasi AS selama ini merugikan Indonesia dalam bagi hasil,” papar Irma.













