Koma.id– Menjelang Pilkada serentak pada 27 November 2024, suhu politik di beberapa daerah semakin memanas. Di Kudus, maraknya unggahan berbau politik identitas dan SARA menambah tensi persaingan antar calon. Ironisnya, beberapa akun buzzer bahkan terpantau menyebarkan narasi bernada pornografi untuk menjatuhkan lawan politik.
Pengamat politik Herry Mendrofa, yang menyebut black campaign semacam ini sebagai bentuk degradasi nilai demokrasi yang seharusnya mengutamakan persaingan sehat.
Tak kalah mengejutkan, insiden carok berdarah di Desa Ketapang Laok, Kabupaten Sampang, menambah daftar panjang kekerasan menjelang Pilkada 2024. Peristiwa ini melibatkan rombongan kiai dan korban, memicu pertanyaan besar soal hubungan kekerasan tersebut dengan dinamika Pilkada di Madura.
Kendati demikian, Polda Jatim telah mengklarifikasi bahwa insiden ini tidak memiliki kaitan dengan Pilkada. Perselisihan dilaporkan bermula dari masalah izin kunjungan ke desa setempat yang tidak dihormati oleh salah satu pihak.







