Koma.id– Pelantikan kabinet baru Presiden Prabowo Subianto menuai reaksi publik. Sorotan muncul terkait penunjukan para menteri dan wakil menteri yang disebut-sebut akan mengikuti penataran selama tiga hari di Akademi Militer (Akmil), Magelang. Di sana, Presiden Prabowo akan menyamakan visi sekaligus menyampaikan program 100 hari kepada para menteri, kepala lembaga, dan pejabat lainnya. Namun, langkah ini tidak lepas dari kritik tajam.
Pengamat politik Pieter C. Zulkifli mengkritik pembentukan kabinet yang dinilainya “gemuk” dan terkesan bagi-bagi jatah kursi. Ia mempertanyakan efisiensi pelantikan puluhan pejabat yang dianggap berlebihan dan mengkhawatirkan beban anggaran negara.
Sementara itu, pengamat politik lainnya, Adi Prayitno, menegaskan bahwa kabinet besar memang akan memerlukan anggaran yang lebih besar pula. Meski demikian, pemerintah belum memberikan tanggapan resmi terkait sentimen negatif ini, dan program 100 hari Prabowo diharapkan memberikan kejelasan arah kebijakan di masa mendatang.








