Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

M Qodari Bikin Kicep Haters Jokowi Faizal Assegaf dkk saat Acara ILC Karni Ilyas

Views
×

M Qodari Bikin Kicep Haters Jokowi Faizal Assegaf dkk saat Acara ILC Karni Ilyas

Sebarkan artikel ini
Muhammad Qodari
Pengamat politik, Muhammad Qodari.

Koma.id, Jakarta – Pengamat politik, M Qodari menyampaikan ribuan prestasi Presiden Joko Widodo yang membuat kicep para haters Jokowi saat acara ILC Karni Ilyas bertema ‘Jokowi menghitung hari, Gibran diujung tanduk, Demo besar pekan depan mau apa ?’.

Para haters itu yang hadir dalam acara ILC tersebut adalah kritikus Politik Faizal Assegaf, Koordinator Pusat BEM Seluruh Indonesia Satria Naufal, Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun, Pengamat Politik LIMA Ray Rangkuti, dan mantan Jubir Gus Dur Adhie Massardie.

Silakan gulirkan ke bawah

“Nah diruangan ini, saya adalah minoritas. Tapi diluar sana, saya adalah mayoritas. Karena saya adalah orang yang puas kepada Pak Jokowi. Nah kalau temen-temen misalnya, bisa mengatakan ada seribu kesalahan Pak Jokowi, ya saya juga bisa membacakan seribu prestasinya Pak Jokowi,” kata M Qodari.

Dia pun menyebutkan prestasi-prestasi Jokowi selama memimpin Indonesia selama satu dekade.

“366.000 Kilometer jalan desa, rakyat di desa seneng ga? seneng. Tadi jalannya jelek sekarang jalannya jadi bagus. 1,9 juta meter jembatan desa, 1,1 juta hektar jaringan irigasi baru, 6000 kilometer jalan nasional, 43 bendungan, 2.700 Kilometer jalan tol baru, 50 Pelabuhan dan bandara baru yang mungkin sebagian itu dinikmati juga oleh Bang Faisal kalau bepergian. Tingkat kemiskinan nasional menurun dari 11% jadi 9%, kemiskinan ekstrim turun dari 6% jadi 0,8%, indeks pembangunan manusia naik dari 68% ke 74%, pemerataan desa, desa mandiri naik dari 174 di tahun 2016 menjadi 11.000 di tahun 2023. Desa maju dari 3.000 naik jadi 23.000, Desa tertinggal turun jauh dari 33.500 jadi 7.000, desa sangat tertinggal turun dari 13.000 menjadi 4.600,” jelasnya.

Dikatakan Qodari, masyarakat Desa sangat senang dan mengakui kinerja positif Jokowi selama ini. “Happy nggak orang-orang di desa ini yang kualitas desanya jadi naik. Yang status desa tertinggalnya jadi turun? Happy Pak. Jadi bahwasannya temen-temen punya alam pikiran mengatakan bahwa Jokowi nggak bagus, itu kan alam pikiran teman-teman yang memang punya posisi politik atau evaluasi politik yang memang negatif kepada Pak Jokowi. Tapi disisi yang lain, banyak juga yang punya pandangan dan punya evaluasi yang positif mengenai Pak Jokowi. Nah itu jangan dinafikan,” sebutnya.

Lebih lanjut, Qodari juga tidak mempermasalahkan tema dari acara ILC kali ini dan Jokowi tidak ada masalah atau problem yang masa kepemimpinannya tinggal tersisa beberapa hari lagi. Namun, faktanya justru mayoritas masyarakat Indonesia puas atau senang dengan Jokowi berdasarkan survei indicator yakni sebanyak 75 %.

“Nah sekarang mengenai tema, ya bang Karni ya. Pak Jokowi menghitung hari ga ada problem dengan judul itu, memang faktanya begitu kok, faktanya begitu. Tetapi merupakan sebuah fakta juga, bahwa pada hari ini mayoritas masyrakat Indonesia itu puas atau atau senang dengan Pak Jokowi. kalau surveinya indicator 75%,” ucapnya.

Bagi Qodari, kritikan terhadap Jokowi masih terus berjalan dan dijadikan masukan, namun mayoritas masyarakat puas atau senang kepada Jokowi selama ini.

“Buat saya ini bukan jawaban terhadap kritik terhadap kepada Pak Jokowi, nggak itu dua hal yang berbeda. kritik jalan terus tetap bahwa kemudian mayoritas masyarakat puas atau senang kepada Pak Jokowi itu juga adalah realita yang lain gitu. Realita bahwa mayoritas masyarakat Indonesia senang dengan Pak Jokowi, tidak menutup ruang, tidak menghapus kritik-kritik yang ada. tapi kritik-kritik yang ada itu mungkin saya yakin itu tidak diterima dan alam pikirannya itu berbeda dengan yang 75%,” tandasnya.

*Transisi Kepemimpinan Jokowi ke Prabowo akan Baik-Baik Saja*

Selanjutnya, Mr. Q pun menyakini bahwa Jokowi tidak merasa ketar-ketir dan justru happy ending serta mengakhiri masa jabatannya dengan sangat shoft landing.

“Nah kalau temen-temen mengatakan bahwa pak Jokowi ketar ketir, ya saya juga juga bisa mengatakan Pak Jokowi nya happy. Ya ketemu dengan Pak Prabowo, ketemu dengan masyarakat, sambutan masih ramai ya kan. Datang ke IKN,” tegas M Qodari.

Dia juga memastikan bahwa jika pun nanti ada gelombang demo yang diklaim besar pada 20 Oktober, maka prosesi pelantikan Presiden-Wapres terpilih juga masa purna tugas Jokowi akan sangat smooth landing. Sehingga transisi pemerintahan Jokowi dan Prabowo berjalan mulus.

“Kalaupun begini misalnya nanti, Pak Jokowi turun, dan turunnya Pak Jokowi Insyallah tanggal 20. Saya yakin walaupun ada demo nanti teman-teman tanggal 14 atau tanggal berapa, itu akan berjalan dengan baik. Pak Jokowi sore akan pulang Solo, dan setelah itu juga everything akan everything will be oke. Kenapa? Mari kita bercermin dari pengalaman. pemimpin-pemimpin sebelumnya,” katanya.

Dia pun mencontohkan pemimpin sebelumnya mulai dari Presiden Soeharto yang mengalami peristiwa demo besar reformasi oleh kelompok mahasiswa. Selanjutnya Gus Dur yang juga mengalami demo serupa karena ada gesekan dengan DPR. Namun, hal ini berbeda dengan Jokowi yang tidak ada konfrontasi dengan parpol lain terkecuali PDI Perjuangan yang sudah mulai dirangkul oleh Prabowo.

“Pak Harto misalnya, kalau kita bicara pemimpin-pemimpin kita yang belakangan ya, yang kena demo paling gede, yang kena demo paling massif, yang mahasiswa paling banyak, itu pasti Pak Harto. Sekarang Pak Harto pernah ga masuk ke pengadilan? Pada hari ini faktanya, tidak ada Pak Harto yang katanya, dijatuhkan atau ditumbangkan. Jangankan masuk penjara, masuk pengadilan pun tidak. Itu demo mahasiswa loh. Gus Dur, betapa banyak demo yang terjadi pada masa Gus Dur, yang membuat kemudian Gus Dur itu turun,” bebernya.

“Gus Dur juga konfrontasi luar biasa dengan semua partai politik. Menteri dipecatin tiap hari, bukankah ga ada masalah hukum bung rey. Ada, kasus bulogate. Tetapi setelah Gus Dur turun berhenti, ada ga proses hukum kepada Gus Dur? masuk kena kasus pidana, nggak ada. Dan sekarang Pak Jokowi, ada nggak konfrontasi dengan partai politik? nggak ada. Satu-satunya partai politik pada hari ini yang berbeda sikap dengan Pak Jokowi cuma PDI Perjuangan. Dan yang terpilih sebagai Presiden adalah partnernya Pak Jokowi yaitu Pak Prabowo,” tambah dia lagi.

Disisi lain, M Qodari juga menilai langkah Prabowo mengandeng PDIP dan minta masuk dalam Pemerintahan justru menjaga Jokowi bukan meninggalkannya. Selain itu, Qodari menyatakan bahwa Prabowo dan Megawati sudah bersahabat cukup lama meski masih belum ada pertemuan kembali.

“Kalau Pak Prabowo itu meninggalkan Ibu Mega, kawan-kawan. itu Prabowo ketemu Mega udah lama banget. udah dari dulu-dulu. kenapa belum ketemu sampai sekarang? Karena Pak Prabowo nggak mau ninggalin Pak Jokowi. Pada hari ini kalau terjadi pertemuan Prabowo dengan Mega. Bukan Prabowonya yang berubah, Megawatinya yang berubah. Ini lantang saya katakan, megawatinya yang berubah. Mega yang kemudian realistis,” pungkasnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.