Koma.id – Beberapa warga yang mengenakan kaus organisasi masyarakat (ormas) Forum Betawi Rempug (FBR) sempat marah di dekat lokasi pertemuan antara bakal calon gubernur Jakarta Ridwan Kamil (RK) dan petinggi Badan Musyawarah (Bamus) Betawi.
Setelah RK masuk ke kantor Bamus Betawi, anggota ormas ini menyatakan dirinya tidak terima dengan acara yang digelar Bamus. Saat itu, Bamus sempat melakukan tradisi “Palang Pintu”. Beberapa anggota Bamus adu pantun, melempar jargon, dan adu silat. Mendengar keramaian yang ada, pria berkaus FBR ini mendekat.
“Gue orang Betawi asli, Bamus kagak pernah izin kalau bikin acara apa-apa. Gue lahir di mari dari zaman kakek gue dulu,” ujar pria itu di depan kantor Bamus Betawi di Jalan Bekasi Timur IX, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (6/9).
Dudung Naik Jadi Menko Polkam, Listyo Sigit Tinggalkan Kursi Kapolri Jadi Kepala Staf Presiden
Awalnya, dia hanya kesal. Namun, lama-lama pria ini dan temannya berteriak dengan nada tinggi hingga menarik perhatian anggota Bamus lainnya.
Pria ini langsung ditarik ke arah jalan raya, lebih kurang 10 meter dari ruko yang menjadi kantor Bamus Betawi. Beberapa orang anggota Bamus sempat menarik pria yang berteriak itu pergi. Salah satu petinggi Bamus juga sempat menemuinya langsung.
Saat itu, RK masih berada di dalam gedung kantor Bamus. Lebih kurang 10 menit kemudian, RK dan rombongannya berjalan menuju sebuah pendopo di samping kantor Bamus.
Setelah acara selesai, sejumlah anggota FBR terlihat hadir di lokasi. Mereka mendatangi kantor Bamus untuk meminta penjelasan secara langsung. Ketua Gardu 163 FBR Rawa Bunga Jatinegara Abal Atip menjelaskan duduk perkara yang terjadi. “Ketua Bamus enggak ada koordinasi antara RT, RW, kepolisian, kelurahan sama ormas, Karena ini acara, acara Betawi, semua musti ikut,” kata Abal Atip saat dimintai keterangan di lokasi yang sama.
Ia menegaskan, FBR tidak menolak kedatangan RK. Namun, mereka menyayangkan sikap Bamus Betawi yang terkesan tidak berkoordinasi dengan ormas-ormas yang mereka naungi.













