Koma.id– Menjelang Pilkada 2024, berbagai dinamika politik semakin memanas, dengan sejumlah kandidat unggulan mulai mencuat di beberapa daerah. Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, mengemukakan bahwa istilah “dewa-dewa” yang muncul belakangan ini, merujuk pada elite partai politik yang dinilai dapat mempengaruhi pencalonan pada Pilkada Jakarta.
Istilah ini pertama kali diungkapkan oleh Bendahara Umum Partai Nasdem, Ahmad Sahroni, dan menggambarkan sosok yang memiliki kekuatan dalam menentukan calon gubernur dan wakil gubernur di Jakarta.
Survei terbaru dari Indikator menunjukkan bahwa nama-nama seperti Anies Baswedan, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dan Ridwan Kamil merupakan kandidat yang paling diminati untuk Pilkada Jakarta. Meskipun demikian, persaingan politik di ibu kota diperkirakan akan semakin sengit seiring dengan potensi intervensi dari elite politik yang ingin menggagalkan pencalonan Anies.
Rekayasa Lalu Lintas Digiland Run 2026, Dishub DKI Jakarta Alihkan Arus di Sejumlah Ruas Jalan
Di Jawa Tengah, situasi politik menunjukkan adanya kesepakatan dari empat partai politik untuk mengusung Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi dalam Pilkada 2024. Partai-partai yang mendukungnya adalah Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), Gerindra, dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Kesepakatan ini menandakan dukungan yang solid untuk Luthfi, yang dinilai sebagai kandidat kuat di Jateng.
Sementara itu, di Jawa Timur, Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid mengusulkan agar Ketua DPW PKB Jawa Timur, Halim Iskandar, maju dalam Pilgub Jawa Timur. Jazilul menilai Halim, yang juga kakak dari Muhaimin Iskandar, memiliki kemampuan untuk menggerakkan mesin partai secara efektif di daerah tersebut.
Dengan berbagai dinamika ini, persaingan menuju Pilkada 2024 dipastikan akan menjadi arena politik yang sangat menarik dan penuh strategi.







