KOMA.ID, JAKARTA – Ketua IPW (Indonesia Police Watch) Sugeng Teguh Santoso menyampaikan ucapan selamat atas bertambahnya usia Korps Bhayangkara ke 78 tahun yang tiba pada hari ini, Senin 1 Juli 2024.
“Selamat HUT POLRI ke 78,” kata Sugeng dalam keterangannya, Senin (1/7).
Menurutnya, Polri saat ini sudah menunjukkan performa terbaik di bawah kepemimpinan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Apalagi, publik tampak semakin percaya ke Korps Bhayangkara tersebut dengan pencapaian 73% berdasarkan rilis survei terakhir dari Litbang Kompas.
“Institusi Polri yang dikomandani Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah membukukan catatan terbaiknya di akhir penyelesaian Grand Strategi Polri 2005-2025,” ujarnya.
Tentunya keberhasilan itu menurut Sugeng, adalah berkat sinergitas yang baik antara Polri dan elemen publik lainnya termasuk masyarakat.
Pun demikian, ia menekankan bahwa prestasi Polri saat ini tidak lepas dari persoalan-persoalan yang tentu harus menjadi catatan serius dari Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo maupun Kapolri selanjutnya, sehingga kepercayaan publik terhadap institusi ini semakin meningkat lagi.
“Keberhasilan ini harus dijadikan cermin oleh Pimpinan Polri ke depan, dimana adanya riak-riak kecil di internal yang membuat reformasi kultural belum menunjukkan kemajuan besar,” tuturnya.
Terkait dengan hal itu, Sugeng berharap agar semua anggota Polri di semua level patuh pada Peraturan Polri (Perpol) atau Peraturan Kapolri (Perkap) yang ada.
“Karenanya, dalam melaksanakan arah dan strategi Polri ke depan, Grand Strategi Polri 2025-2045, persoalan aspek kultural melalui sumber daya manusia yang profesional dan akuntabel sangat dibutuhkan,” papar Sugeng.
Lebih lanjut, Sugeng mengatakan bahwa Indonesia Police Watch sangat memperhatikan bahwa sesungguhnya personil Polri memiliki kemampuan yang tinggi ketika perintah penegakan hukum tersebut diatensi oleh Presiden melalui Keppres 21 Tahun 2024 tentang Satuan Tugas Pemberantasan Perjudian Online yang diterbitkan 14 Juni 2024. Hanya dalam waktu empat hari saja, Bareskrim Polri mampu menangkap 18 bandar judi online dengan perputaran uang Rp 1.041.000.000 Triliun serta menyita sejumlah uang.
“Dengan cepat juga kepolisian melalui Kasubnit 3 subdit 1 Dorektorat Pidana Siber Bareskrik Polri AKP Bambang Meiriawan mampu mengungkap dan menyerahkan 9 tersangka judi online dengan omzet 15 milyard perbulan ke Kejaksaan negeri Semarang . IP address laman judi onlibe tersebut berada di Semarang namun operatornya di Kamboja dan Filipina,” papar Sugeng.
Kendati begitu, laporan Polisi tahun 2022 lalu tentang rumah judi yang menjadi sponsor di Liga satu Sepak bola tanah air tidak ada perkembangan perkaranya dan hanya dimasukkan ke “peti es”. Sehingga persoalan judi online ini tinggal kemauan aparat penegak hukum saja.
“Polisi punya kemampuan tapi harus disertai kemauan,” tegasnya.
Sejalan dengan semangat Kapolri, bahwa kasus judi online akan dituntaskan dalam waktu dekat seuai dengan arahan dari Presiden Joko Widodo. Sugeng berharap Polri selalu meningkatkan kemampuan dan profesionalisme yang tinggi, sekaligus dibarengi dengan integritas seluruh personelnya demi kebaikan institusi.
“Oleh karenanya, pada HUT Polri Ke-78 ini, Institusi Polri mempunyai tugas untuk memberantas judi online hingga Desember 2024 sesuai dengan isi dari Keppres 21 Tahun 2024,” tandasnya.
“Dengan kepercayaan yang tinggi terhadap institusi Polri, masyarakat berharap kepolisian mampu untuk menyelesaikan tugasnya dengan baik guna menyongsong periodisasi Grand Strategi Polri berikutnya yang kini tengah disosialisasikan,” pungkas Sugeng.











