KOMA.ID, JAKARTA – Mahfud MD, dalam Podcast ‘Terus Terang Mahfud MD’ yang tayang di YouTube ‘Mahfud MD Official’ Kamis (27/6/2024), menyebut bahwa untuk membenahi tata kelola Pemerintahan di berbagai sisi, diperlukan kepemimpinan nasional yang kuat.
Dengan demikian, mantan mantan Calon Wakil Presiden di Pilpres 2024 tersebut mengatakan, bahwa semua lini akan berjalan efektif, dari mulai jajaran eksekutif, yudikatif, hingga legislatif saling bersinergi. Bukan suka-suka sendiri seperti saat ini.
Mahfud pun berharap kepemimpinan nasional yang akan datang memiliki integritas, di mana antara ucapan dan tindakannya sejalan. “Asal Presidennya bersih, kuat, berintegritas, maka tidak sulit dilakukan,” kata Mahfud.
Guru Besar Apresiasi Penguatan Pendidikan Era Prabowo-Gibran, Tekankan Mutu dan Akses yang Merata
Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) ini menilai bahwa kualitas kinerja lembaga-lembaga negara belakangan ini menurun. Karena itu, diperlukan kesadaran kolektif dari semua lini Pemerintahan. “Semua menteri dan lembaga harus bekerja optimal secara bersamaan,” ucapnya.
Mahfud MD juga menegaskan bahwa tidak boleh hanya beberapa menteri yang bersemangat dalam melakukan perbaikan. Contohnya adalah kasus BLBI yang penanganannya sudah 18 tahun belum tuntas.
“Ini yang sangat mengkhawatirkan. Kalau ada satu kasus lama tidak jalan, pejabatnya cenderung menghindar. Setiap ganti pejabat, tidak kerja karena merasa sebentar lagi diganti, dan tak mau berisiko,” ungkapnya.
Dikatakan oleh Mahfud, kerusakan yang terjadi di eksekutif, yudikatif, dan legislatif akan saling mempengaruhi, terutama karena relasi ketiganya saling terkait dalam kepentingan.
“Ini yang saya sebut kesadaran kolektif. Nggak bisa Menko Polhukam, Menko Marves bagus, yang lain tidak. Di sinilah peran sentral Presiden,” terangnya.
Mahfud meminta kepada Prabowo sebagai Presiden terpilih agar tidak terlalu banyak mencampuri Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“KPK harus lebih independen. Sebenarnya, kalau KPK-nya galak, Presiden enak. Bebannya ringan,” pesannya.
Dalam kesempatan itu, mantan politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu memberi pesan penting kepada seluruh elemen bangsa.
“Apa pun yang terjadi, tidak boleh lelah mencintai Indonesia. Anda sekali waktu kecewa, marah atau muak terhadap apa yang terjadi di masa-masa sekarang ini. Tapi saya ingin mengajak anda untuk tetap bersemangat dan jangan pernah lelah mencintai Indonesia,” pungkasnya.














