Koma.id– Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Litbang Kompas, pengaruh Presiden Joko Widodo, atau yang dikenal sebagai Jokowi effect, diprediksi akan memegang peranan dominan dalam Pilkada 2024 mendatang. Menurut Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, hasil ini dianggap wajar mengingat Jokowi saat ini masih menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.
Ia menyatakan bahwa pemilih cenderung akan condong kepada calon yang memiliki keterkaitan dengan figur Presiden, mengingat posisinya yang masih sangat berpengaruh.
Namun demikian, Adi Prayitno juga menambahkan pandangannya bahwa situasi politik bisa berubah mengikuti dinamika kebijakan, termasuk kemungkinan efek dari Presiden baru yang akan dilantik pada bulan Oktober nanti, yakni Prabowo Subianto. Menurut Prayitno, bisa jadi Prabowo effect akan menjadi dominan dalam Pilkada 2024, menggeser dominasi Jokowi effect yang saat ini diperkirakan.
Rekayasa Lalu Lintas Digiland Run 2026, Dishub DKI Jakarta Alihkan Arus di Sejumlah Ruas Jalan
Di sisi lain, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) secara resmi mengumumkan bahwa mereka akan mengusung Wakil Ketua Majelis Syuro, Mohamad Sohibul Iman, sebagai bakal calon gubernur DKI Jakarta dalam Pilkada 2024 yang akan diselenggarakan pada bulan November mendatang. Keputusan ini diputuskan untuk memperkuat posisi partai tersebut dalam pertarungan politik di ibu kota.
Sementara itu, di arena Pilgub DKI Jakarta 2024, Bendahara Umum Partai NasDem, Ahmad Sahroni, menegaskan bahwa ia tidak memiliki minat untuk menjadi calon wakil gubernur pendamping Anies Baswedan.







