Koma.id | NTT – Aktivitas Vulkanik berupa letusan eksplosif gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata Nusa Tenggara Timur (NTT) masih terus berlangsung sejak pukul 06.36 WITA, Senin (04/03/2024).
Gunung erupsi dalam sepekan terakhir sudah erupsi 4 kali dengan kolom abu setinggi 500 meter di atas puncak (1.923 meter di atas permukaan laut).
Sengit! Santri dan Warga Bekasi Padati Nobar Indonesia vs Thailand di Ponpes Sya’airullah
Aktivitas erupsi ini terjadi selama 75 hingga 240 detik disertai 72 kali gempa hembusan dan 2 kali gempa vulkanik dalam. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah tenggara.
Pakar Terorisme Stanislaus Riyanta Dukung Film Ageman sebagai Upaya Cegah Radikalisme Sejak Dini
“Terkait dengan aliran larva sampai saat ini memang masih terjadi yaitu kearah tenggara sejauh 700 meter dari titik erupsi.” Ujar Stanislaus Ara Kian, Petugas PGA Ili Lewotolok
Pihak Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pos gunung api Ili Lewotolok pun berharap warga, pengunjung, pendaki, wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok.
Hujan Sedang hingga Lebat Intai Sejumlah Wilayah Banten Hari Ini, BMKG Keluarkan Peringatan Dini
Hingga saat ini warga Desa Lamawolo, Desa Lamatokan, dan Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran longsoran lava dan awan panas dari bagian timur puncak kawah Gunung Ili Lewotolok.
Selama tahun 2024 Multiplatform Application for Geohazard Mitigation and Assessment in Indonesia (MAGMA) telah merekam 350 letusan erupsi gunung api di seluruh Indonesia. Gunung Marapi di Sumatera Barat paling banyak erupsi (112 kali letusan) sedangkan Gunung Ili Lewotolok erupsi 40 kali.








