Koma.id, Pelaksanaan KTT (Konferensi Tingkat Tinggi) ASEAN 2023 ke-43 di Jakarta Convention Center (JCC) pada tanggal 5-7 September 2023
Pada pelaksanaan KTT tersebut kualitas udara di Jakarta mendadak viral di “X” karena udara mendadak “bersih”. Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir, Senin, 4 September 2023 sekitar pukul 08.00 WIB, indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta berada di angka 114.
Berdasarkan data IQAir, tingkat konsentrasi PM2.5 Jakarta saat ini pada level 41µg/m³ atau setara dengan 8,2 kali dari nilai panduan kualitas udara tahunan World Health Organization (WHO).
Meskipun sedikit membaik, namun menurut IQair, kualitas udara di Jakarta “tidak sehat bagi kelompok sensitif”
Menurut anjuran IQair, kelompok sensitif sebaiknya memakai masker di luar ruangan. Selain itu juga direkomendasikan untuk menggunakan pemurni udara dan mengurangi aktivitas outdoor.
Penyebab “bersihnya” kualitas udara di Jakarta terjadi akibat anjuran work from home bagi ASN hingga sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi pelajar untuk selama berlangsungnya KTTASEAN.
Selain itu, Pemerintah pun melakukan tindakan rekayasa lalu lintas hingga langkah komprehensif dalam mengatasi permasalahan pencemaran udara di Jakarta. Serta dibentuknya satgas (Satgas) Pengendalian Pencemaran Udara. Satgas ini dibentuk sesuai dengan Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 593 Tahun 2023 tentang Satuan Tugas Pengendalian Pencemaran Udara.
Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengatakan, Satgas Pengendalian Pencemaran Udara akan langsung bekerja untuk menyusun kebijakan guna menangani masalah polusi udara.
“Sebelumnya kami Pemprov DKI Jakarta sudah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi polusi. Dengan dibentuknya Satgas ini, diharapkan kerja baik yang sudah dilakukan selama ini dapat berjalan lebih intensif dan optimal sehingga bisa cepat tuntas,” kata Heru dalam rilis resminya, Senin 4 September 2023.







