Koma.id– Elite politik di legislatif dan eksekutif didiga ikut bermain di balik permintaan kepala desa merevisi Undang-Undang Desa perpanjangan jabatan dari enam tahun menjadi sembilan tahun.
“Saya menduga ada elite di eksekutif dan legislatif yang memainkan wacana perpanjangan jabatan kepala desa,” kata
Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, Jumat (27/1/2023).
Tujuannya, lanjut Jerry, untuk menggoalkan skenario perpanjangan jabatan presiden. Bila skenario perpanjangan jabatan kades dan juga presiden itu berjalan, maka tatanan negara dan wajah demokrasi semakin suram.
Keberhasilan Prabowo-Gibran Jalankan Transisi Pemerintahan, Efisiensi Anggaran Hemat Rp306 Triliun
“Kepala desa happy, lalu mendukung wacana perpanjangan jabatan presiden. Sudah bisa ditebak, nantinya ada argumentasi kalau kades aja bisa diperpanjang, kenapa presiden tidak,” ucapnya.









