Koma.id | Jakarta – Suasana Gedung Merah Putih KPK, Rabu (03/06)malam, mendadak ramai dengan deretan kendaraan hasil sitaan operasi tangkap tangan (OTT KPK) di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. Sebanyak 33 kendaraan diangkut sebagai barang bukti, terdiri dari tujuh mobil, 15 motor, dan 11 sepeda.
Pemandangan mobil mewah, motor trail, hingga sepeda premium seperti MTB dan Brompton membuat perhatian publik tertuju pada kasus ini. Kamera-kamera televisi merekam barisan kendaraan yang terparkir rapi, seakan menjadi saksi bisu praktik rasuah yang diduga terkait pengurusan dokumen warga negara asing.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan, selain kendaraan, tim juga mengamankan uang tunai, valuta asing (USD dan SGD), serta logam mulia emas ratusan gram. “Total ada 17 orang yang diamankan, terdiri dari delapan penyelenggara negara dan sembilan pihak swasta,” ujarnya.
Di antara yang terjaring adalah Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non-TPI Jakarta Barat, Ronald Arman Abdullah. Penangkapan ini menambah sorotan publik terhadap integritas aparatur negara di sektor keimigrasian.
Deretan barang bukti yang dipamerkan KPK bukan sekadar angka, melainkan simbol betapa praktik korupsi bisa menjalar hingga ke fasilitas mewah. Sepeda gunung, motor off-road, hingga mobil premium kini menjadi saksi bisu dari operasi senyap yang kembali mengguncang publik.








