Koma.id | Demak – Suasana Kota Wali kembali semarak dengan digelarnya kirab Tumpeng Songo dan gunungan hasil bumi dalam rangkaian Garebek Besar Demak, Selasa malam. Ribuan warga tumpah ruah di pusat kota, menyaksikan arak-arakan dari Pendopo Satya Bhakti Praja menuju Masjid Agung Demak.
Kirab dibuka langsung oleh Bupati Demak Eisti’anah bersama Wakil Bupati Muhammad Badruddin, Sekda Akhmad Sugiharto, serta jajaran Forkopimda. Sepanjang jalur kirab, masyarakat berdesakan mencari posisi terbaik, mengabadikan momen dengan telepon genggam, sembari menanti pembagian tumpeng dan gunungan hasil bumi.
Bupati Eisti’anah menegaskan tradisi ini sarat makna spiritual. Bentuk tumpeng yang mengerucut melambangkan hubungan manusia dengan Sang Pencipta, sementara istilah “songo” merepresentasikan Wali Songo yang berjasa menyebarkan Islam di tanah Jawa. “Tradisi ini harus terus dijaga sebagai media pengingat akan warisan leluhur yang patut dilestarikan,” ujarnya.
Kepala Dinas Pariwisata Demak, Endah Cahya Rini, menyebut kirab tumpeng songo menjadi agenda paling dinantikan setiap tahun. Perpaduan nilai budaya dan religi menjadikan tradisi ini daya tarik wisata yang kuat.
“Melalui tradisi ini kami ingin menguatkan citra Demak sebagai destinasi wisata religi dan budaya. Antusiasme masyarakat membuktikan bahwa warisan ini tetap hidup dan dicintai,” katanya.
Selain kirab tumpeng songo, rangkaian Garebek Besar juga menampilkan prosesi Ancakan di Pendopo Notobratan, yang melibatkan sego ancakan sebagai simbol syukur atas keberkahan Allah SWT. Tradisi ini diyakini membawa berkah bagi masyarakat yang memperebutkannya.
Puncak acara berlangsung dengan kirab sakral Prajurit Patang Puluhan yang mengawal rombongan menuju Makam Sunan Kalijaga di Kadilangu. Prosesi penjamasan pusaka peninggalan Sunan Kalijaga menjadi inti tradisi, menegaskan perpaduan sejarah, budaya, dan syiar Islam yang melekat dalam identitas Demak.
Garebek Besar Demak 2026 kembali membuktikan diri sebagai warisan budaya yang bukan sekadar ritual tahunan, melainkan simbol kebersamaan, syukur, dan penghormatan terhadap leluhur yang terus hidup lintas generasi.








