Koma.id | Jakarta – PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) menegaskan komitmennya dalam mendukung ekosistem pendidikan tinggi dengan menerima kunjungan lapangan 23 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi se-Indonesia di Onshore Receiving Facility (ORF) Muara Karang, Jakarta, Jumat (08/05).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Pipeline Design Competition (PDC) pada ajang Mechanical Festival (M-Fest) 2026 yang diinisiasi Himpunan Mahasiswa Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB).
Head of Communication, Relations, CID & CSR PHE ONWJ, Ery Ridwan, menyatakan keterlibatan aktif industri migas sangat penting untuk memperkaya pengetahuan akademisi melalui pengalaman operasional.
âPHE ONWJ selalu terbuka untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman riil operasional kepada para akademisi. Kami berharap wawasan langsung mengenai kompleksitas fasilitas hulu migas ini dapat menginspirasi peserta M-Fest 2026 untuk terus berinovasi, dan kelak siap menjadi motor penggerak kemajuan industri energi di Indonesia,â ujar Ery.
Ketua Pelaksana M-Fest 2026, Rafi Akbar Maulana, menambahkan pemilihan lokasi kunjungan didasarkan pada relevansi fasilitas PHE ONWJ dengan materi kompetisi.
âKami memilih PHE ONWJ karena merupakan salah satu perusahaan strategis di sektor energi nasional yang memiliki fasilitas operasi dan sistem perpipaan yang relevan dengan bidang kompetisi PDC, sehingga peserta dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih aplikatif,â jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan pemahaman mendalam terkait proses bisnis di ORF Muara Karang, yang berperan vital sebagai fasilitas penerima darat dalam mengelola aliran gas bumi secara aman, andal, dan efisien. Rangkaian acara diawali dengan sesi pemaparan teknis, dilanjutkan peninjauan langsung ke area jaringan pipa energi.
Seluruh kegiatan lapangan dilaksanakan dengan standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) yang ketat. Melalui observasi di lapangan, para mahasiswa dapat melihat secara konkret implementasi desain, instalasi, dan pemeliharaan fasilitas perpipaan migas.
Kegiatan ini diharapkan mampu menjembatani teori akademik dengan praktik operasional sesungguhnya, sekaligus memperkaya wawasan generasi muda dalam melahirkan inovasi desain perpipaan yang aman dan efisien bagi industri energi nasional.








