Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaEkonomiRagam

Dapur Rakyat Tercekik Dollar, Aktivis 98 Rapatkan Barisan di Puncak, Bogor

Views
×

Dapur Rakyat Tercekik Dollar, Aktivis 98 Rapatkan Barisan di Puncak, Bogor

Sebarkan artikel ini
Willy Prakarsa
Presidium JARI 98 - Willy Prakarsa

Koma.id | Bogor – Ada pemandangan yang memicu rasa penasaran di sepanjang jalur protokol Kota Bogor menuju arah Puncak, Jumat (08/05). Deretan SUV hitam melaju dalam iring-iringan rapi. Tanpa atribut organisasi, justru deretan nomor polisi kendaraan yang tampak tidak asing yang mengundang tanya warga di pinggir jalan.

“Itu rombongan siapa?” celetuk salah seorang warga di persimpangan Gadog saat iring-iringan melintas. Keingintahuan warga ini menjadi wajar, mengingat rombongan tersebut tampak membawa misi penting di tengah situasi ekonomi nasional yang sedang menghangat.

Silakan gulirkan ke bawah

Tim media yang mengikuti pergerakan ini akhirnya mendapatkan jawaban saat iring-iringan tersebut memasuki sebuah area di kawasan Puncak Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Ternyata, deretan kendaraan tersebut membawa para aktivis dari Jaringan Aktifis Reformasi Indonesia (JARI) 98 yang tengah menggelar Konsolidasi Jaringan untuk wilayah Jawa Barat.

Bukan sekadar kumpul-kumpul biasa, agenda kali ini membawa beban diskusi yang cukup berat. Topik utama yang memanaskan ruang pertemuan adalah nilai tukar Dollar yang baru saja menembus angka psikologis Rp17.400. Angka yang bagi banyak orang berarti peringatan bagi stabilitas ekonomi keluarga.

Ilustrasi : Doa Bersama JARI 98
Ilustrasi : Doa Bersama JARI 98

Meskipun isu yang dibahas sangat krusial, ada sisi kontras yang tertangkap kamera jurnalis saat jeda acara. Seolah ingin melepas sejenak ketegangan diskusi mengenai kurs mata uang, Ketua Presidium JARI 98 Willy Prakarsa tampak mengambil mikrofon.

Bukan untuk berorasi, melainkan berkaraoke. Menariknya, momen santai ini justru disiarkan secara langsung melalui media sosialnya. Langkah ini seakan ingin menunjukkan pesan bahwa di tengah tekanan isu nasional yang pelik, menjaga komunikasi yang cair dengan konstituen dan netizen tetap menjadi prioritas.

Kembali ke jalanan, apa yang dipertanyakan warga saat melihat iring-iringan tadi ternyata selaras dengan apa yang dibicarakan di dalam ruang konsolidasi. Warga berharap, pergerakan aktivis seperti JARI 98 tidak hanya sekadar melintas dengan SUV hitam mereka, tetapi juga mampu membawa aspirasi mengenai perubahan kondisi ekonomi.

“Kalau Dollar naik terus, harga-harga di pasar pasti ikut naik. Semoga mereka (aktivis) yang lewat tadi benar-benar membawa perubahan,” harap seorang pedagang di area Puncak.

Iring-iringan itu mungkin telah berlalu meninggalkan debu di jalur Puncak, namun harapan warga tidak ikut pergi. Di sela-sela riuh fluktuasi ekonomi dan angka Dollar yang kian liar, rakyat kecil sebenarnya hanya menitipkan satu pesan sederhana pada setiap gerak-gerik aktivis yang melintas, yakni jangan biarkan suara kami hanya menjadi latar belakang musik saat bersantai, tapi jadikanlah ia alasan utama mengapa kalian harus tetap berdiri dan berjuang.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.