Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
EkonomiNasional

Klaim Hemat Lebih Rp50 Triliun, Program MBG Dikurangi Jadi Empat Hari

Views
×

Klaim Hemat Lebih Rp50 Triliun, Program MBG Dikurangi Jadi Empat Hari

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Makan Bergizi Gratis Mbg Foto Metrotvnews Com Hendrik4

Koma.id Pemerintah memutuskan melakukan penyesuaian anggaran terhadap program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari strategi penajaman atau refocusing Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kebijakan ini diyakini mampu menghemat anggaran negara hingga lebih dari Rp50 triliun per tahun.

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menjelaskan, dalam skema terbaru, pelaksanaan program MBG yang sebelumnya berlangsung enam hari dalam sepekan kini dikurangi menjadi empat hari. Salah satu perubahan utama adalah penghapusan distribusi makanan pada hari Sabtu.

Silakan gulirkan ke bawah

“MBG misalnya, yang dulunya Sabtu diberikan makan siang gratis, sekarang dihilangkan. Make sense kan? Lebih logik kan?,” ujar Juda dikutip.

Menurut Juda, keputusan tersebut tidak hanya didasarkan pada pertimbangan fiskal, tetapi juga aspek efektivitas pelaksanaan di lapangan. Ia menilai pemberian makan pada hari tertentu berpotensi menimbulkan ketidakefisienan, terutama jika siswa harus datang ke sekolah pada hari libur hanya untuk mengambil jatah makanan.

Dari sisi penghematan anggaran, Juda mengungkapkan bahwa pengurangan satu hari distribusi MBG dapat menghemat sekitar Rp1 triliun. Dengan asumsi empat kali pelaksanaan dalam sebulan, penghematan mencapai Rp4 triliun, sehingga dalam setahun total efisiensi anggaran diperkirakan melampaui Rp50 triliun.

Selain pengurangan jadwal, pemerintah juga akan memperketat pengawasan terhadap kualitas pelaksanaan program di lapangan. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak memenuhi standar akan dikenakan sanksi tegas, termasuk penangguhan operasional dan evaluasi menyeluruh.

“Satu hari itu bisa menghemat Rp 1 triliun. Lima hari dalam seminggu, empat kali dalam sebulan itu bisa menghemat Rp 4 triliun. Setahun tentu saja lebih dari Rp 50 triliun bisa menghemat,” ujarnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.