Koma.id | Pontianak – Seluruh penumpang dan kru helikopter Airbus H130 PK-CFX milik PT Matthew Air Nusantara dinyatakan tewas setelah pesawat jatuh di kawasan hutan Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, Kamis (16/04).
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F Laisa, menyampaikan tim SAR gabungan berhasil menemukan lokasi jatuhnya helikopter.
“Seluruh penumpang dan awak pesawat dinyatakan meninggal dunia,” ujarnya, Jumat (17/04).
Sebanyak delapan jenazah korban, termasuk pilot Capt. Marindra W, co-pilot Harun Arasyd, serta enam penumpang lainnya, dievakuasi ke RS Bhayangkara Pontianak untuk proses identifikasi. Salah satu korban diketahui merupakan warga negara Malaysia.
Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Prakoso, membenarkan proses penyerahan jenazah kepada pihak keluarga sedang berlangsung.
“Saat ini sedang dalam proses penyerahan setelah melalui tahapan identifikasi,” katanya.
Helikopter lepas landas dari helipad PT CMA di Desa Nanga Keruap, Kabupaten Melawi, Kamis pukul 07.34 WIB, menuju helipad PT GAN di Desa Teluk Bakung, Kabupaten Kubu Raya. Pesawat dilaporkan hilang kontak pukul 08.39 WIB.
Pada pukul 15.25 WIB, tim SAR menemukan serpihan ekor helikopter di wilayah hutan Sekadau. Proses evakuasi korban dilakukan penuh kehati-hatian, dimulai Kamis malam hingga Jumat pagi. Delapan unit ambulans dikerahkan untuk membawa jenazah dari posko lapangan ke Pontianak.
Basarnas memastikan seluruh korban telah dievakuasi. Sementara itu, pihak berwenang masih menyelidiki penyebab jatuhnya helikopter. Hingga kini, belum ada keterangan resmi terkait faktor teknis maupun cuaca yang memicu kecelakaan.








