Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaNasional

Menkomdigi Kawal Arus Balik, Internet di Bandara Ngurah Rai Tembus 250 Mbps

Views
×

Menkomdigi Kawal Arus Balik, Internet di Bandara Ngurah Rai Tembus 250 Mbps

Sebarkan artikel ini
Menkomdigi Meutya Hafid

Koma.id | Denpasar – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid meninjau langsung kualitas layanan internet di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan konektivitas digital tetap optimal selama arus balik Lebaran di kawasan strategis pariwisata. Jumat (27/03).

Dalam kunjungannya, Meutya berdialog dengan pengelola bandara dan penyedia layanan telekomunikasi terkait kekuatan sinyal di ruang tunggu, area kedatangan, serta akses WiFi gratis bagi penumpang.

Silakan gulirkan ke bawah

“Khusus untuk Bandara Ngurah Rai, kecepatannya di atas 200 Mbps bahkan sampai 250 Mbps. Artinya cukup terjaga,” ujarnya dalam program Newsline Metro TV.

Meutya menambahkan, rata-rata kecepatan internet nasional selama Posko Ramadan dan Idulfitri 13–30 Maret 2026 mencapai 95 Mbps untuk unduh dan 42 Mbps untuk unggah. Bali tercatat lebih tinggi dengan rata-rata 105 Mbps.

“Terima kasih kepada operator yang sudah bekerja menjaga konektivitas yang baik. Kami juga mengawal frekuensi agar aman untuk penerbangan,” katanya.

Untuk menjamin kualitas jaringan, Kemenkomdigi bersama operator seluler mendirikan 500 posko di seluruh Indonesia. Posko ini berfungsi memantau trafik sinyal dan merespons aduan masyarakat. Hingga arus balik, tercatat lebih dari 10.000 laporan gangguan jaringan, mayoritas terkait bandwidth dan kecepatan, yang telah ditangani operator.

Sementara itu, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Angga Raka Prabowo turut meninjau jaringan telekomunikasi di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, pada puncak arus balik Jumat malam. Ia memastikan kecepatan rata-rata sinyal di lokasi mencapai 30 Mbps dengan tingkat keberhasilan 96 persen.

“Alhamdulillah sangat baik. Kami imbau masyarakat tetap hati-hati dan gunakan layanan komunikasi dengan bijak,” ujarnya.

Kemenkomdigi menegaskan pengawasan jaringan dan frekuensi akan terus dilakukan hingga 29 Maret 2026, seiring prediksi puncak arus balik gelombang kedua. Pemerintah berharap konektivitas digital tetap stabil untuk mendukung kelancaran transportasi dan aktivitas masyarakat pasca-Lebaran.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.