Koma.id | Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan jajaran kabinet untuk menyiapkan langkah penghematan anggaran menyusul eskalasi konflik di Timur Tengah setelah Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran.
Dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jumat (13/03), Prabowo menyebut sejumlah opsi efisiensi, mulai dari penerapan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN), pengurangan jam kerja, hingga penghematan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
Prabowo menegaskan, kebijakan ini penting untuk menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) agar tidak melebar akibat lonjakan harga minyak dunia.
“Umpamanya berapa ASN dan pejabat tidak usah ke kantor, mengurangi macet dan melaksanakan penghematan besar-besaran. Mengurangi hari kerja pun harus kita pertimbangkan,” ujarnya.
Presiden juga mencontohkan langkah Pakistan yang menerapkan “critical measures” sebagai respons terhadap dampak perang. Ia meminta para Menteri Koordinator membahas lebih lanjut opsi-opsi tersebut.
Wacana ini mendapat dukungan dari DPR RI. Ketua Komisi II, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, menyatakan efisiensi anggaran perlu dilakukan, namun mengingatkan agar pelayanan publik tidak terganggu.
“Yang terpenting bagi kami adalah program WFH atau work from anywhere itu sama sekali tidak mengganggu pelayanan publik,” katanya, Sabtu (14/03).
Rifqi menekankan, kebijakan penghematan harus tetap berpihak pada rakyat dengan memastikan subsidi, termasuk subsidi BBM, tetap berjalan di tengah ketidakpastian global. Pemerintah diharapkan mampu menekan biaya operasional birokrasi tanpa mengurangi kehadiran negara bagi masyarakat.








