Koma.id | Jakarta – Harga emas dunia melemah pada perdagangan Kamis (5/3) setelah sempat menguat di awal sesi. Tekanan datang dari penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang mengurangi minat investor terhadap logam mulia. Jumat (06/03).
Harga emas spot tercatat turun 1,22% ke level US$ 5.076,59 per ons troi, setelah sebelumnya sempat menyentuh US$ 5.194,59. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April ditutup melemah 0,86% menjadi US$ 5.090,81. Namun pada perdagangan Jumat (6/3) pagi, emas kembali naik 1,04% ke sekitar US$ 5.132 per ons troi.
Kepala strategi komoditas global TD Securities, Bart Melek, menjelaskan pasar mulai memperhitungkan kenaikan harga minyak yang berpotensi mendorong inflasi lebih tinggi. “Kenaikan imbal hasil obligasi biasanya tidak menguntungkan bagi emas,” ujarnya dikutip Reuters.
Mahfud MD: Cukup Ubah Satu Pasal untuk Alihkan Pidana Umum Prajurit TNI ke Peradilan Umum
Indeks dolar AS naik sekitar 0,5%, membuat emas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli luar negeri. Imbal hasil obligasi tenor 10 tahun juga naik ke posisi tertinggi dalam tiga pekan, meningkatkan opportunity cost bagi investor yang memegang emas.
Eskalasi konflik di Timur Tengah turut memengaruhi pasar. Kampanye militer gabungan AS–Israel terhadap Iran memasuki hari keenam, memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global. Harga minyak terdorong naik, meningkatkan risiko inflasi dan memperkecil peluang bank sentral AS untuk segera menurunkan suku bunga.
Sepanjang tahun ini, emas sempat mencetak rekor tertinggi di US$ 5.594,82 per ons troi pada 29 Januari. Lonjakan permintaan terjadi setelah serangan udara AS–Israel meningkatkan daya tarik emas sebagai aset safe haven. Namun reli mereda seiring penguatan dolar AS.
Melek menilai prospek emas jangka menengah masih cukup kuat, didorong oleh potensi pelebaran defisit anggaran AS serta ketidakpastian ekonomi global. “Pada titik tertentu kita akan melihat bukti defisit AS yang jauh lebih besar, ditambah ketidakpastian yang masih sangat tinggi,” katanya.
Selain emas, logam mulia lain juga terkoreksi:
- Perak spot turun 1,95% ke US$ 81,92 per ons.
- Platinum melemah 1,81% ke US$ 2.121,41 per ons.
- Paladium terkoreksi 2,4% ke US$ 1.633,69 per ons troi.








