Koma.id – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) akan menggelar Operasi Ketupat 2026 selama dua pekan, mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026, guna mengamankan arus mudik dan arus balik Lebaran 1447 Hijriah.
Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa pengamanan tahun ini dilakukan secara menyeluruh dengan menyiapkan 2.746 posko yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
“Selama Operasi Ketupat 2026, kami menyiapkan 2.746 posko untuk memastikan pengamanan dan pelayanan maksimal kepada masyarakat, baik saat arus mudik maupun arus balik,” ujar Kapolri, dikutip Selasa (3/3/2026).
Rincian Posko Pengamanan
Kapolri merinci, dari total 2.746 posko tersebut:
• 1.624 posko pengamanan akan difokuskan untuk pengaturan lalu lintas, pengamanan jalur, serta pusat informasi bagi pemudik.
• 779 posko pelayanan disiapkan sebagai tempat istirahat bagi pengemudi yang mengalami kelelahan selama perjalanan.
• 343 posko terpadu akan berfungsi sebagai pusat kendali Operasi Ketupat 2026.
Menurut Kapolri, keberadaan posko-posko tersebut menjadi bagian penting dalam strategi pengamanan terpadu guna mengantisipasi lonjakan kendaraan dan potensi gangguan keamanan selama periode Lebaran.
Ratusan Ribu Objek Jadi Fokus Pengamanan
Selain pengaturan arus lalu lintas, Polri juga akan mengamankan 185.608 objek vital yang tersebar di seluruh Indonesia.
Objek tersebut meliputi tempat ibadah, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api, hingga bandara.
Kapolri menekankan bahwa pengamanan tidak hanya difokuskan pada jalur mudik, tetapi juga pada titik-titik keramaian yang berpotensi mengalami peningkatan aktivitas masyarakat selama libur Lebaran.
“Seluruh jajaran kami akan bekerja maksimal untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan mudik dan merayakan Idulfitri dengan aman dan nyaman,” tegasnya.
Operasi Ketupat merupakan agenda rutin tahunan Polri dalam rangka pengamanan Hari Raya Idulfitri, yang melibatkan sinergi dengan TNI, pemerintah daerah, serta berbagai instansi terkait lainnya.












