Koma.id– Aparat gabungan TNI-Polri berhasil menguasai markas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, setelah terjadi kontak senjata pada Minggu (1/3/2026) sekitar pukul 22.40 WIT. Dalam operasi tersebut, ratusan amunisi hingga uang tunai puluhan juta rupiah berhasil diamankan.
Terjadi saling kontak tembak saat melakukan menangkap DPO yang mengaku sebagai Panglima Kodap III D, Dulla Aibon Kogoya.
Senyum Warga Tangsel di Tengah Paceklik: Hewan Kurban Kapolri Lewat JARI 98 Sangat Berarti
“Kami akan terus melakukan pengejaran dan penegakan hukum terhadap para pelaku kelompok kriminal bersenjata hingga mereka mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku,” kata Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Yusuf Sutejo dikutip.
Kelompok bersenjata akhirnnya melarikan diri meninggalkan markas mereka dan saat aparat menguasai lokasi dan melakukan penggeledahan ditemukan 561 butir amunisi berbagai kaliber untuk senjata laras panjang dan pendek, serta 10 magazin senjata api jenis SS1 dan AK-101.
Selain itu, petugas juga menyita 12 unit telepon genggam, lima unit handy talky (HT), dan uang tunai sebesar Rp79.900.000 yang diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok tersebut.
Dua unit telepon genggam itu satu di antaranya diduga milik anggota Brimob Batalion C yang gugur dalam penyerangan tahun lalu, sementara satu lainnya diduga milik petugas keamanan dalam peristiwa pembakaran pos pengamanan PT Kristalin di Nabire beberapa waktu lalu.
Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Brigjen Faizal Ramadhani mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
“Penegakan hukum ini semata-mata untuk melindungi masyarakat dan menjaga ketertiban,” katanya.







