Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaNasional

Delapan Alumni LPDP Disanksi, Empat Sudah Kembalikan Dana hingga Rp2 Miliar

Views
×

Delapan Alumni LPDP Disanksi, Empat Sudah Kembalikan Dana hingga Rp2 Miliar

Sebarkan artikel ini
Delapan Alumni LPDP Disanksi, Empat Sudah Kembalikan Dana hingga Rp2 Miliar

Koma.id Direktur Utama LPDP Sudarto mengungkapkan bahwa hingga 31 Januari 2026, delapan penerima beasiswa dijatuhi sanksi pengembalian dana karena terbukti tidak menjalankan kewajiban mengabdi di Indonesia.

Dari jumlah tersebut, empat alumni telah melunasi pengembalian dana ke kas negara dengan nominal berkisar antara Rp1 miliar untuk jenjang magister (S2) dan Rp2 miliar untuk jenjang doktoral (S3), baik lulusan dalam maupun luar negeri.

Silakan gulirkan ke bawah

Sementara empat lainnya masih dalam proses mencicil. Selain itu, LPDP juga tengah memeriksa 36 orang yang diduga melakukan pelanggaran serupa. Sudarto menegaskan setiap kasus diproses secara objektif dan proporsional sesuai aturan yang berlaku.

“Dari delapan orang tadi, empat orang sudah lunas bayar kas ke negara langsung. Empat orang lagi, mereka berjanji tapi menyicil,” kata Sudarto dalam taklimat media di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (25/2) malam.

LPDP mewajibkan penerima beasiswa untuk kembali dan berkontribusi di Indonesia sesuai masa pengabdian yang sebelumnya 2N+1 (dua kali masa studi ditambah satu tahun) dan kini diubah menjadi 2N. Ketentuan tersebut tercantum dalam pedoman dan kontrak penerima beasiswa, dengan sanksi berupa pengembalian dana hingga pemblokiran akses program di masa depan bagi pelanggar.

Meski demikian, LPDP memberi fleksibilitas bagi alumni dengan kondisi tertentu, seperti ASN, TNI/Polri, pegawai BUMN yang mendapat penugasan resmi, pekerja organisasi internasional, atau mereka yang bekerja di lembaga riset global strategis, selama tetap berkomitmen berkontribusi untuk Indonesia. LPDP juga menyediakan skema magang dan wirausaha hingga dua tahun pascalulus dengan persetujuan dan syarat yang ditetapkan.

 

“Kalau konteksnya alumni bekerja di laboratorium terbaik dunia, kami lihat dulu. Kami minta lagi komitmennya. Karena kalau dia keluar, belum tentu ada anak Indonesia bisa masuk ke situ. Namun, kalau tidak ada komitmen (untuk berkontribusi di Indonesia), langsung kami sanksi,” jelas dia.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.