Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaKeamanan

11 Bandara di Papua Ditutup Sementara Usai Penembakan Pesawat Smart Air

Views
×

11 Bandara di Papua Ditutup Sementara Usai Penembakan Pesawat Smart Air

Sebarkan artikel ini
11 Bandara di Papua Ditutup Sementara Usai Penembakan Pesawat Smart Air

Koma.id | Jakarta – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menutup sementara operasional penerbangan di 11 bandara dan lapangan terbang perintis di Papua. Langkah ini diambil menyusul insiden penembakan pesawat Cessna Grand Caravan PK-SNR milik PT Smart Cakrawala Aviation pada rute Tanah Merah–Danawage/Koroway Batu, Rabu (11/2).

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menegaskan bahwa keselamatan penerbangan perintis merupakan prioritas utama. “Penerbangan perintis adalah layanan vital untuk akses kesehatan, pendidikan, distribusi logistik, serta mobilitas masyarakat di wilayah terpencil. Keamanannya sangat krusial dan harus dijaga,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Silakan gulirkan ke bawah

Adapun 11 bandara/satpel/lapter yang dihentikan sementara operasionalnya meliputi:

Operasional penerbangan di lokasi tersebut akan dibuka kembali setelah mendapat pengamanan dari aparat TNI/Polri dan kondisi keamanan dinyatakan kondusif.

Selain itu, terdapat lima bandara dengan situasi rawan namun masih beroperasi berkat pengamanan aparat, yakni Bandara Kiwirok, Bandara Moanamani, Satpel Sinak di Ilaga, Satpel Agandugume di Ilaga, dan Bandara Illu.

Ditjen Hubud telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, antara lain:

  • Koordinasi intensif dengan TNI/Polri untuk peningkatan pengamanan.
  • Integrasi isu keamanan dalam safety assessment tahunan.
  • Review klausul kontrak angkutan udara perintis, termasuk penguatan klausul force majeure.
  • Penyusunan SOP khusus bagi awak pesawat di wilayah kritis.

“Kami akan menekankan pentingnya dasar hukum penghentian sementara operasional apabila kondisi keamanan tidak terpenuhi, serta perlunya SKB antara pemerintah daerah dan aparat keamanan,” tambah Lukman.

Insiden penembakan yang menewaskan pilot dan kopilot pesawat PK-SNR disebut sebagai luka mendalam bagi dunia transportasi udara. “Mereka adalah pahlawan transportasi yang sesungguhnya,” tutup Lukman.

 

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.