Koma.id– Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Al-Washliyah (PP GPA) Aminullah Siagian menilai tudingan Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo yang menyebut Kapolri Listyo Sigit Prabowo membangkang perintah Presiden Prabowo Subianto adalah tidak berdasar dan berbahaya.
Aminullah menegaskan bahwa Polri tetap berada langsung di bawah Presiden sesuai konstitusi dan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002, sehingga narasi Gatot seolah membenturkan Kapolri dengan Presiden dan berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap negara. Ia juga menyoroti wacana Reformasi Polri yang digulirkan beberapa tokoh, yang menurutnya bersifat sistematis untuk melemahkan Polri dan menurunkan legitimasi Kapolri.
Aminullah menegaskan pihaknya melalui LBH Gerakan Pemuda Al-Washliyah tengah menyiapkan langkah hukum untuk melaporkan sejumlah tokoh ke Polda Metro Jaya atas dugaan penyebaran hoaks dan pendiskreditan Kapolri.
“Kami sedang mematangkan konstruksi hukum untuk melaporkan sejumlah tokoh ke Polda Metro Jaya atas dugaan penyebaran informasi hoaks, pendiskreditan pribadi Kapolri, serta upaya adu domba antara Kapolri dan Presiden,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa tindakan ini bukan untuk membungkam kritik, tetapi untuk melindungi institusi negara dan meluruskan informasi publik agar tidak terjebak narasi menyesatkan. Menurut Aminullah, melemahkan Polri sama dengan melemahkan negara, sehingga perbedaan pandangan seharusnya tidak digunakan untuk membangun opini yang merusak sendi-sendi pemerintahan.







