Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Eks Kalemdiklat Polri Komjen Chryshnanda Dwilaksana Beberkan Visi STIK Jadi World Class University

Views
×

Eks Kalemdiklat Polri Komjen Chryshnanda Dwilaksana Beberkan Visi STIK Jadi World Class University

Sebarkan artikel ini
Kalemdiklat Polri Komjen Chryshnanda Dwilaksana Beberkan Visi STIK Jadi World Class University. (Foto: YouTube: Democratic Policing/Koma.id)
Kalemdiklat Polri Komjen Chryshnanda Dwilaksana Beberkan Visi STIK Jadi World Class University. (Foto: YouTube: Democratic Policing/Koma.id)

Koma.id Eks Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri, Komisaris Jenderal Polisi Prof. Dr. Chryshnanda Dwilaksana, M.Si, membeberkan visi dan misi Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) agar menjadi World Class University baik saat ini hingga masa yang akan datang.

Menurut Chryshnanda, sekolah atau lembaga-lembaga pendidikan di jajaran Lemdikat Polri harus juga berbasis pada moral dan literasi untuk mentransformasi, mengkaji, dan mengembangkan ilmu kepolisian agar para peserta didik nantinya profesional, cerdas, bermoral, dan modern.

Silakan gulirkan ke bawah

“Karena mau tidak mau mereka di semua lini sekolahan yang ada di jajaran Lemdiklat Polri mulai sekolah pembentukan, sekolah pengembangan, sekolah untuk transformasi kepangkatan, sekolah kepemimpinan, sekolah akademik untuk S1, S2, S3 dan juga sekolah-sekolah pengembangan lainnya yang berkaitan dengan pragmatis seperti untuk short course atau untuk pelatihan-pelatihan,” kata Chryshnanda dikutip Koma.id dari kanal YouTube Democratic Policing, Rabu (4/2/2026).

Sehingga, ditegaskan Chryshnanda, tercipatanya suatu transformasi dan tercerahkan. Bagaimana pada era digital, era kenormalan baru ini semua belajar bisa di mana saja, oleh apa saja atau dengan apa saja atau dengan siapa saja. “Maka pada konteks ini adalah cara berpikir. Ini yang paling penting,” ujarnya.

“Karena mau tidak mau saya mengacu atau bisa melihat apa yang dikatakan oleh Albert Einstein yang mengatakan the true sense of intelligence is not knowledge but imagination,” katanya.

Maka, kata Chryshnanda, konteks imajinasi tersebut bukan khayalan, tetapi bagaimana dia futuristik bisa melihat, memahami, dan menemukan makna di balik suatu gejala fakta. Dan yang dilakukan untuk bisa menjadi world class tentu tidak dengan sendirinya, tetapi sekolah itu pilarnya pada gurunya.

“Guru-guru ini akan menjamin bagaimana kualitas sistem pembelajaran. Pembelajar ini bukan hanya di teori atau konsep-konsep, tapi bagaimana ini juga studi kasus, bagaimana problem solving, bagaimana menemukan kebaruan dan ini juga mengembangkan networking,” ungkapnya.

Ditegaskannya, konteks tersebut baik itu mulai packaging, branding, marketing ini sangat penting karena pada konteks menjadi world class adalah para alumninya juga terdukung atau mendapatkan suatu kemampuan yang bermanfaat bagi masyarakat, bagi bangsa dan negara.

“Dan kita semua juga sadar sekolahan ini akan menjadi pusat transformasi. transformasi itu tadi yang saya katakan berani belajar dan memperbaiki kesalahan masa lalu, siap menghadapi tuntutan tantangan, ancaman dan harapan di masa kini, serta mampu menyiapkan masa depan yang lebih baik,” pungkanya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.