Koma.id — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana kembali menjadi sorotan publik setelah pernyataannya tentang penyebab putus sekolah yang viral di media sosial. Dadan mengungkapkan bahwa selain biaya pendidikan yang sudah digratiskan, ketidakmampuan orang tua memberikan uang jajan harian turut menjadi faktor yang membuat sebagian anak berhenti sekolah.
Pernyataan tersebut terungkap dalam sebuah video yang diunggah oleh akun media sosial X pada 1 Februari 2026, serta dalam klip wawancara yang viral di platform lain. Dalam video berdurasi sekitar 29 detik, Dadan menyatakan bahwa meskipun pendidikan di Indonesia pada umumnya sudah gratis — terutama di sekolah negeri — kebutuhan lain seperti uang jajan harian tetap menjadi beban bagi keluarga kurang mampu, dan hal ini berdampak pada kehadiran siswa di sekolah.
“Apa sih yang menyebabkan banyak anak putus sekolah… pendidikan di kita sudah gratis, kan? Ternyata banyak keluarga anaknya putus sekolah karena kemampuan orang tua memberi jajan harian kepada anak itu yang menyebabkan banyak putus sekolah,” ujar Dadan dalam video tersebut.
IJTI Kecam Manajemen Apartemen Saladin Depok
Dadan kemudian menilai bahwa kehadiran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat membantu mengurangi beban tersebut. Program ini menyediakan makanan bergizi untuk siswa di sekolah sehingga kebutuhan makan mereka tetap terpenuhi meskipun orang tua kesulitan menyediakan uang jajan harian. “Jadi hadirnya makan bergizi menyelamatkan mereka,” katanya.
Program MBG sendiri diinisiasi oleh pemerintah sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan akses gizi seimbang, terutama bagi anak usia sekolah dan kelompok rentan lainnya. Selain itu, BGN memastikan cakupan MBG juga menyentuh anak jalanan dan anak usia sekolah yang belum tertampung di lembaga pendidikan formal dalam beberapa skema pelaksanaannya.
Pernyataan Dadan memicu beragam reaksi dari masyarakat. Sebagian netizen menilai pandangan itu membuka diskusi tentang realitas biaya tidak langsung yang dikeluarkan keluarga meskipun pendidikan formal sudah digratiskan. Namun, sejumlah kalangan juga menilai penyebab putus sekolah lebih kompleks dan tidak semata disebabkan oleh kemampuan memberikan uang jajan.
Kasus ini kembali menghidupkan perdebatan seputar program MBG yang sempat menjadi sorotan publik karena beberapa insiden yang terjadi dalam implementasinya, termasuk respon BGN terhadap dugaan kasus keracunan makanan atau polemik lain di beberapa daerah.







