Koma.id– Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menepis tudingan bahwa pemerintahannya hanya mengulang skema lama dalam menangani banjir. Ia mengklaim bahwa Pemprov DKI kini berani mengambil langkah tidak populer dengan melakukan normalisasi sungai secara masif untuk membenahi sistem drainase dari hulu hingga hilir.
Sebagai instrumen jangka pendek, Pemerintah juga mengandalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menekan intensitas hujan, sembari menyadari bahwa cuaca ekstrem adalah faktor alam yang tidak terhindarkan namun dapat diantisipasi dampaknya. Namun, upaya-upaya tersebut belum sepenuhnya mampu mencegah dampak banjir yang terjadi.
Ribuan Kendaraan Padati Jalur Puncak Bogor
“Cuaca ekstrem ini alam yang memberikan. Solusi mengatasi banjir tidak bisa dilakukan dalam satu malam. Ada langkah jangka pendek seperti pengerukan dan modifikasi cuaca, serta jangka menengah melalui penlok normalisasi,” kata Pramono, dikutp.
Berdasarkan data BPBD DKI Jakarta per 23 Januari 2026, banjir masih meluas hingga mencakup 143 RT dan 16 ruas jalan utama, yang memaksa ratusan warga di Jakarta Barat, Pusat, dan Timur untuk mengungsi ke posko darurat. Situasi ini menunjukkan bahwa meski telah ada langkah jangka pendek dan menengah, persoalan banjir di Ibu Kota masih membutuhkan penanganan yang lebih komprehensif.







