Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaKesehatan

Di Tengah Keterbatasan, Relawan dan Pemerintah Evakuasi Bayi Patah Bahu dari Pengungsian Sawit

Views
×

Di Tengah Keterbatasan, Relawan dan Pemerintah Evakuasi Bayi Patah Bahu dari Pengungsian Sawit

Sebarkan artikel ini
Di Tengah Keterbatasan, Relawan dan Pemerintah Evakuasi Bayi Patah Bahu dari Pengungsian Sawit

Koma.id | Aceh Tamiang – Di tengah keterbatasan pengungsian, seorang ibu muda di Desa Rongoh, Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang, melahirkan bayinya dua minggu lalu. Namun, kebahagiaan itu bercampur haru ketika sang bayi mengalami patah tulang bahu saat lahir.

Kondisi darurat di pengungsian yang terletak di perkebunan sawit bersama sekitar 40 pengungsi lainnya membuat proses persalinan berlangsung penuh risiko. Bayi mungil itu akhirnya harus segera mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Silakan gulirkan ke bawah

Gerak cepat pemerintah dan relawan menjadi harapan baru. Tim gabungan dari Sekolah Relawan, tenaga medis, dan Tim Pakar Badan Komunikasi Pemerintah Bakom RI, Dr. Muhammad Hidayat mendatangi lokasi pengungsian. Mereka memeriksa kondisi ibu dan bayi, yang ternyata juga mengalami masalah Kesehatan yakni sang ibu memiliki kadar hemoglobin rendah dan membutuhkan transfusi darah.

Evakuasi dilakukan dengan penuh perjuangan. Ambulans dari Puskesmas Aceh Tamiang membawa ibu dan bayi menuju Rumah Sakit Adam Malik, Medan. Perjalanan panjang itu berlangsung sejak pagi hingga malam.

“Semoga anak ini tumbuh menjadi pribadi yang kuat, tangguh, dan bermanfaat,” ujar Dr. Muhammad Hidayat, yang selain relawan juga merupakan Tim Pakar Bakom RI, menuturkan melalui sambungan telepon. Sabtu (03/01).

Relawan dan Pemerintah Evakuasi Bayi Patah Bahu dari Pengungsian Sawit, Aceh Tamiang
Relawan dan Pemerintah Evakuasi Bayi Patah Bahu dari Pengungsian Sawit, Aceh Tamiang

Sesampainya di rumah sakit, bayi akhirnya bisa tidur dengan nyaman. Direktur RS Adam Malik, dr. Zainal, memastikan penanganan medis diberikan secara maksimal.

Di balik kisah ini, tersimpan rasa syukur mendalam dari keluarga. “Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada relawan dan pemerintah yang telah membawa kami dari Aceh hingga ke Medan. Semoga bencana segera membaik,” kata perwakilan keluarga dengan mata berkaca-kaca.

Kisah bayi ini menjadi potret nyata perjuangan di pengungsian di tengah keterbatasan, solidaritas dan kepedulian menjadi cahaya yang menyelamatkan.

 

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.