Koma.id– Sebuah rekaman video berisi percakapan antara Menteri Pertahanan (Menhan) RI Jenderal (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin dan Presiden RI Jenderal (Purn) Prabowo Subianto bocor dan beredar luas di media sosial.
Rekaman tersebut memuat arahan Prabowo kepada Sjafrie menjelang pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi di Tokyo pada 18 November 2025.
Melansir Republika menyebutkan bahwa video tersebut direkam sebelum keberangkatan Sjafrie ke Tokyo untuk mengikuti pertemuan 2+2 bersama Menteri Luar Negeri Sugiono. Seusai agenda tersebut, keduanya dijadwalkan bertemu langsung dengan PM Jepang.
Dalam rekaman itu, Prabowo memberikan sejumlah pesan antisipatif terkait kemungkinan Jepang mengusulkan joint statement, terutama bila menyangkut isu Taiwan. Prabowo mengingatkan bahwa PM Sanae sebelumnya pernah menyatakan kesediaan mendukung Taiwan jika terjadi agresi dari China.
“Oh yang perempuan itu. Siap,” kata Sjafrie merespons Prabowo. “Jadi kita hati-hati, jangan diajak bikin statemen yang,” kata Prabowo yang langsung dijawab “siap diperhatikan” oleh Sjafrie.
Walau Aktivis KontraS Jadi Korban Penyiraman Air Keras, Pemerintah Tetap Hormati Vonis 4 Prajurit
Lebih jauh, Prabowo menegaskan agar pemerintah Indonesia tetap berpegang pada kebijakan One China Policy, di mana Republik Indonesia hanya mengakui kedaulatan China.
“Kita jaga hubungan kita dengan Tiongkok, masalah Taiwan bagi kita kan sudah jelas itu, provinsinya Tiongkok,” ujar Prabowo dari ujung telepon yang lagi-lagi dijawab “siap” oleh Sjafrie.
Prabowo menegaskan, masalah Taiwan menjadi urusan dalam negeri Tiongkok. “Apa yang mau dibuat oleh RRT kepada Taiwan yaitu urusan di dalam negeri dia,” kata Prabowo kepada Sjafrie.
Prabowo melanjutkan, “Sama kalau nanti ada apa-apa sama Papua, itu urusan provinsi kita. Jangan ada negara asing terlibat, semua orang di dunia mengakui One China Policy.”
Kepada Sjafrie, Prabowo berpesan agar tetap bersikap sopan dalam hubungan diplomatik dengan Jepang, namun Indonesia tidak boleh bergeser dari prinsip netralitas dan pengakuan terhadap kedaulatan China.
“Tapi kita jaga netralitas kita, tapi masalahnya adalah tetap kita akui One China Policy. Itu saja, kita tidak bergeser dari sikap kita bahwa kita tidak mau mengurusi urusan dalam negeri negara sahabat,” kata Prabowo yang dijawab “siap” berulang kali oleh Sjafrie.







