Koma.id– Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menegaskan bahwa perang melawan mafia tanah tidak hanya bergantung pada penegakan hukum, tetapi terutama pada keteguhan moral aparatur untuk tidak terlibat dalam praktik kompromi.
Baginya seluruh upaya perbaikan akan sia-sia apabila masih ada celah kongkalikong di internal kementeriannya.
Nusron kembali menyinggung adagium “sampai kiamat kurang dua hari mafia tetap ada,” yang menurutnya bukan ekspresi pesimisme, melainkan penegasan bahwa praktik kejahatan selalu menemukan bentuk dan celah baru di berbagai zaman.
Karena itu, strategi utama pemerintah adalah memburu pelaku mafia tanah sekaligus memperkuat integritas aparatur Kementerian ATR/BPN di setiap lini.







