Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaNasional

Utang Rp9.138 Triliun Masih Aman, Purbaya Siapkan Strategi Lunasi

Views
×

Utang Rp9.138 Triliun Masih Aman, Purbaya Siapkan Strategi Lunasi

Sebarkan artikel ini
Utang Rp9.138 Triliun Masih Aman, Purbaya Siapkan Strategi Lunasi
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan terkait program paket ekonomi usai rapat koordinasi dengan Presiden Prabowo Subianto di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/9). (Foto/Istimewa)

Koma.id Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan posisi utang pemerintah yang mencapai Rp9.138,05 triliun per Juni 2025 masih berada dalam kategori aman dan terkendali.

Silakan gulirkan ke bawah

Ia menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan strategi khusus untuk menekan, bahkan secara bertahap melunasi utang tersebut melalui efisiensi belanja serta percepatan pertumbuhan ekonomi nasional.

Purbaya menjelaskan bahwa total utang pemerintah terdiri atas Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp7.980,87 triliun dan pinjaman sebesar Rp1.157,18 triliun. Rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat sebesar 39,86 persen, jauh di bawah ambang batas aman internasional yang mencapai 60 persen.

“Strategi pertama adalah memastikan anggaran dibelanjakan tepat sasaran, tepat waktu, tanpa kebocoran, dan memberi dampak maksimal bagi perekonomian,” kata Purbaya.

Purbaya optimistis efektivitas belanja negara akan mempercepat laju pertumbuhan ekonomi dan mendorong peningkatan penerimaan pajak. Langkah tersebut diharapkan dapat menekan defisit anggaran tanpa perlu menambah utang baru.

Kalau pertumbuhan ekonomi lebih cepat, penerimaan pajak juga meningkat. Dari situ defisit bisa ditekan,” jelasnya.

Ia menargetkan perbaikan signifikan pada rasio pajak terhadap PDB melalui penguatan sektor penerimaan dan optimalisasi ekonomi riil. Menurutnya, peningkatan 1 persen pada tax ratio bisa menambah penerimaan negara hingga Rp100 triliun.

Menanggapi kekhawatiran publik, Purbaya menegaskan bahwa utang sebesar Rp9.138 triliun tidak perlu dikhawatirkan. Ia menilai ukuran bahaya utang bukan dilihat dari nominalnya, tetapi dari rasio terhadap PDB.

“Utang Rp9.000 triliun itu masih di bawah 39 persen dari PDB. Standar internasional menyebut batas aman 60 persen, jadi posisi kita masih sangat terkendali,” jelasnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.