Koma.id– Kegaduhan publik terkait isu ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dinilai sarat dengan kepentingan politik. Jadi isu tersebut sengaja digulirkan sebagai upaya pemakzulan terselubung terhadap Gibran.
Koordinator Rumah Juang Prabowo-Gibran, Andi Azwan, mengatakan narasi yang mengaitkan keabsahan ijazah Gibran merupakan kelanjutan dari pola lama yang sebelumnya juga diarahkan kepada Presiden Joko Widodo. Jadi isu semacam ini tidak memiliki dasar kuat dan hanya bertujuan menggoyang stabilitas politik nasional.
Andi menegaskan, Gibran telah terpilih secara konstitusional dan sah melalui Pemilihan Presiden 2024, di mana ia bersama Presiden Prabowo Subianto memperoleh dukungan 58 persen suara rakyat Indonesia.
Ia juga menantang pihak-pihak yang terus menggulirkan isu tersebut untuk beradu data secara terbuka agar persoalan ini tidak menjadi bola liar di publik.







