Koma.id | Serang – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Banten resmi meluncurkan Command Center Satgas Pangan, Rabu (22/10), sebagai pusat kendali pengawasan distribusi bahan pokok secara real-time. Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemberantasan praktik mafia pangan dan menjaga stabilitas harga di wilayah Banten.
Program ini digagas oleh AKBP M. Nuril Huda Sofwan, peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) II Angkatan XXVI Tahun 2025, dan melibatkan kerja sama lintas instansi. Nota kesepahaman (MoU) telah ditandatangani antara Polda Banten dengan Perum Bulog, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan, serta Dinas Pertanian.
“Command Center ini kami bangun bukan hanya untuk penindakan, tetapi juga untuk pencegahan dini melalui integrasi data, operasi gabungan, dan kanal pelaporan masyarakat,” ujar AKBP Nuril.
Sistem pengawasan ini memungkinkan pemantauan stok, harga, dan distribusi pangan dari hulu ke hilir secara digital dan terintegrasi. Praktik penimbunan, pengoplosan, hingga penetapan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) dapat terdeteksi lebih cepat dan akurat.
TNI Hormati Proses Hukum Dugaan Korupsi MBG
Dirreskrimsus Polda Banten Kombes Pol Yudhis Wibisana menegaskan bahwa Satgas Pangan hadir untuk melindungi masyarakat dari praktik curang di sektor pangan.
“Kami ingin memastikan distribusi bahan pokok berjalan adil dan harga tetap stabil,” katanya.
Sebagai bagian dari strategi partisipatif, Polda Banten juga mengaktifkan Whistleblowing System melalui hotline khusus. Masyarakat dapat melaporkan dugaan pelanggaran distribusi pangan, dan identitas pelapor dijamin aman.

Program ini mencakup tahapan strategis mulai dari pembentukan tim, sosialisasi ke pemangku kepentingan, penandatanganan MoU, peresmian pusat kendali, hingga edukasi publik terkait pelaporan. Kombes Yudhis menyebut inisiatif ini berpotensi menjadi role model pengawasan pangan di wilayah lain.
Dengan peluncuran Command Center Satgas Pangan, Polda Banten menegaskan komitmennya dalam menciptakan sistem pengawasan pangan yang transparan, berbasis data, dan berkelanjutan.








