Koma.id | Intan Jaya, Papua Tengah – Pimpinan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kodap VIII Intan Jaya, Undius Kogoya, dilaporkan meninggal dunia pada Rabu (22/10) pukul 15.00 WIT di Kampung Jae, Distrik Wandai, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Informasi tersebut dikonfirmasi oleh Kapolres Intan Jaya, Kompol Sofian Samakori.
Undius Kogoya meninggal dunia akibat sakit setelah sebelumnya berpindah-pindah lokasi dari Timika ke Enarotali dan kembali ke Intan Jaya. Ia dikenal sebagai salah satu pimpinan KKB paling berbahaya dan menjadi buronan aparat keamanan sejak 2022.
“Benar, kami menerima laporan bahwa Undius Kogoya meninggal dunia karena sakit di Distrik Wandai,” ujar Kompol Sofian kepada wartawan, Kamis (23/10).
Undius Kogoya tercatat terlibat dalam berbagai aksi kekerasan di wilayah Intan Jaya, termasuk penyerangan terhadap warga sipil, aparat TNI-Polri, penembakan pesawat, serta pembakaran alat berat dan fasilitas umum.
Kematian Undius terjadi hanya tiga hari setelah tewasnya Lamek Alipky Taplo, Panglima KKB Kodap XV Ngalum Kupel, dalam operasi militer TNI di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, pada Minggu (19/10). Lamek Taplo tewas bersama tiga anggota KKB lainnya dalam operasi yang digelar Komando Operasi Swasembada Papua.
TNI Hormati Proses Hukum Dugaan Korupsi MBG
Letkol Inf Renaldy H, Asintelter Koops Swasembada Papua, menyatakan bahwa operasi tersebut merupakan bagian dari upaya pemulihan stabilitas keamanan di wilayah perbatasan RI-PNG.
“Kami bertindak berdasarkan informasi intelijen yang akurat. Tujuannya adalah menciptakan rasa aman bagi masyarakat,” ujarnya.
Sejak 2020, kelompok Lamek Taplo terlibat dalam serangkaian aksi teror, termasuk pembunuhan tenaga kesehatan, penembakan pesawat bantuan kemanusiaan, dan pembakaran fasilitas umum di Kiwirok dan sekitarnya.
Dengan tewasnya dua pimpinan besar KKB/TPNPB-OPM dalam sepekan terakhir, aparat keamanan berharap situasi di wilayah rawan konflik Papua dapat menjadi lebih kondusif. Operasi militer dan penegakan hukum akan terus dilakukan secara terukur dan berkelanjutan demi terciptanya Papua yang aman dan damai.







