Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaNasionalPolitik

Bayang Dualisme Kembali Hantui PPP Usai Kericuhan Muktamar Ancol

Views
×

Bayang Dualisme Kembali Hantui PPP Usai Kericuhan Muktamar Ancol

Sebarkan artikel ini
Muktamar PPP Ricuh! Dua Kubu Baku Hantam, Mardiono dan Agus Suparmanto Sama-Sama Klaim Aklamasi

Koma.id Pembukaan Muktamar X Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di kawasan Ancol, Jakarta, Sabtu (27/9/2025), berakhir ricuh. Forum tertinggi partai berlambang Ka’bah itu diwarnai tensi politik internal yang semakin memanas sejak awal sidang.

Kericuhan kian mencuat setelah dua calon ketua umum, Muhammad Mardiono dan Agus Suparmanto, saling mengklaim diri sebagai ketua umum terpilih, padahal proses muktamar baru memasuki hari pertama. Kondisi tersebut langsung memunculkan kekhawatiran publik akan kembalinya bayang-bayang dualisme kepemimpinan di tubuh PPP.

Silakan gulirkan ke bawah

Fenomena itu mengingatkan pada konflik serupa tahun 2014. Kala itu, PPP juga mengalami perpecahan kepemimpinan antara kubu Romahurmuziy dan Djan Faridz. Bahkan, dua muktamar digelar, termasuk muktamar di Ancol pada 2 November 2014 yang menetapkan Djan Faridz sebagai ketua umum.

Analis komunikasi politik Hendri Satrio menilai dinamika di tubuh PPP bukan hal mengejutkan. Menurutnya, konflik terbuka rawan muncul di partai yang tidak memiliki figur sentral sebagai pemersatu. Kendati demikian, Hendri menilai situasi ini tetap bisa dipandang positif sebagai bagian dari proses demokrasi.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.