Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaKeamanan

Kronologi Prajurit TNI Diduga Perintah Penculikan Kepala Cabang BRI

Views
×

Kronologi Prajurit TNI Diduga Perintah Penculikan Kepala Cabang BRI

Sebarkan artikel ini
Kronologi Prajurit TNI Diduga Perintah Penculikan Kepala Cabang BRI

Koma.id Seorang anggota Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD), Kopral Dua (Kopda) Feri Herianto, resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penculikan dan pembunuhan terhadap Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) BRI Cempaka Putih, Mohamad Ilham Pradipta. Penetapan status tersangka disampaikan langsung oleh Komandan Pomdam Jaya, Kolonel CPM Donny Agus Prianto, pada Jumat, 12 September 2025.

“Kopda FH” kini sudah ditahan. “Terhadap yang bersangkutan sudah dilakukan penahanan dan ditetapkan sebagai tersangka,” kata Donny, dikutip.

Silakan gulirkan ke bawah

Menurut penjelasannya, peran Feri dalam kasus ini adalah sebagai perantara yang mencari orang untuk menjemput paksa korban. Donny juga mengungkapkan bahwa pada saat kejadian, Feri berstatus sebagai anggota yang sedang dicari oleh satuan kerjanya karena tidak hadir dinas tanpa izin.

Kasus ini mengerucut setelah polisi mengidentifikasi empat klaster dengan total 15 pelaku. Kuasa hukum salah satu tersangka penculik, Erasmus, Adrianus Agal, menyatakan bahwa kliennya melakukan penculikan atas perintah seorang aparat berinisial F. Tiga sumber terpisah yang mengetahui kasus ini mengonfirmasi bahwa inisial F tersebut merujuk pada Feri Herianto, seorang prajurit dari pasukan elit TNI AD.

Sumber-sumber tersebut menyatakan Feri memberikan perintah langsung kepada para pelaku penculikan untuk menjemput Ilham dan memberikan informasi detail mengenai posisi korban. Adrianus Agal membenarkan bahwa kliennya, Erasmus, telah mengenal Feri, meski tidak merinci lebih lanjut hubungan di antara mereka.

Ada empat klaster dalam kasus ini terdiri dari aktor intelektual, tim yang membuntuti, tim yang menculik, dan tim yang melakukan penganiayaan hingga menyebabkan korban meninggal dunia. Feri Herianto diduga terlibat dalam klaster perintah atau intelektual.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.