Koma.id– Situasi politik nasional yang memanas akibat aksi massa besar-besaran berujung ricuh di sejumlah kota besar memantik keprihatinan Gereja Katolik. Uskup Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), Kardinal Ignatius Suharyo, serta Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) menyerukan umat untuk tetap tenang, menjaga persatuan, dan menahan diri dari provokasi.
“Mencermati kondisi bangsa yang sangat memprihatinkan beberapa hari terakhir ini, kita diajak untuk memahaminya sebagai tanda-tanda zaman,” kata Kardinal dalam keterangannya.
Kardinal meminta Umat Katolik untuk tetap menjaga kejernihan dan keteguhan sikap. “Lalu ikut memperkuat solidaritas sosial masyarakat untuk kesejahteraan bersama,” kata Suharyo.
Suharyo meminta umat Katolik tetap menjaga kejernihan sikap serta memperkuat solidaritas sosial demi kesejahteraan bersama. Ia juga berdoa agar bangsa Indonesia selalu dalam lindungan Tuhan.
Senada, Ketua KWI Mgr Antonius Subianto Bunjamin menegaskan umat Katolik harus menahan diri dari godaan melakukan tindakan provokatif maupun kriminal yang dapat menimbulkan kerusakan, kerugian, serta mengganggu perdamaian bangsa.
Menurutnya, aksi anarkistis yang terjadi di sejumlah daerah dalam beberapa hari terakhir merupakan cerminan kekecewaan masyarakat terhadap kebijakan, perkataan, maupun tindakan yang tidak bijaksana dan tidak adil oleh pihak tertentu, termasuk pemerintah, wakil rakyat, maupun aparat.
KWI pun menyerukan agar semua lembaga negara eksekutif, legislatif, maupun yudikatif bersikap rendah hati dengan mendengarkan aspirasi rakyat, terutama kelompok miskin, rentan, dan mereka yang mengalami ketidakadilan.
“Dengan sungguh hati menunjukkan tanda-tanda jelas bahwa memang sedang mengusahakan terwujudnya cita-cita kemerdekaan yang tidak cukup dalam pidato tetapi dalam tata kelola yang transparan, akuntabel, dan kredibel,” tegas Bunjamin.







