Koma.id– Sekretaris Jenderal Relawan Pasukan Bawah Tanah (Pasbata) Prabowo, Budiyanto Hadinagoro, menyampaikan keprihatinannya terkait maraknya upaya mendeligitimasi pemerintahan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka melalui isu viral bendera bergambar Jolly Roger dari anime One Piece.
Budiyanto menilai simbol fiksi tersebut telah dipolitisasi untuk membangun citra negatif terhadap pemerintahan baru.
“Ada oknum-oknum yang ingin memecah belah dengan memanfaatkan hal-hal sepele, seperti viralnya bendera One Piece, untuk menuduh pemerintah tidak serius menangani masalah bangsa. Ini jelas provokasi,” ujarnya.
Ia meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak substansial dan sengaja diciptakan untuk melemahkan kepercayaan publik terhadap kepemimpinan nasional. Menurutnya, fokus saat ini seharusnya adalah mendukung pembangunan dan menjaga persatuan bangsa.
Keteladanan Gubernur Ahmad Luthfi di Soekarno Run Disebut Budayawan Jadi Simbol Kepemimpinan Humanis
“Masyarakat harus cerdas dan tidak terjebak pada isu yang sengaja dihembuskan untuk melemahkan kepercayaan terhadap kepemimpinan Prabowo–Gibran. Kita harus fokus pada pembangunan dan persatuan,” tegasnya.
Budiyanto juga menekankan pentingnya literasi media agar publik mampu memilah informasi secara kritis di tengah derasnya arus kampanye hitam dan disinformasi. Ia menegaskan bahwa pemerintah perlu diberi ruang bekerja tanpa diganggu isu-isu viral yang tidak esensial.
Selain itu, ia menegaskan bahwa dalam konteks acara kenegaraan maupun peringatan Hari Kemerdekaan di sekolah, satu-satunya bendera yang boleh dikibarkan secara resmi adalah Merah Putih. Tidak ada bendera organisasi, institusi, atau simbol lain yang boleh berkibar sejajar atau menggantikan posisi Merah Putih.
“Bendera yang boleh dikibarkan dalam upacara kenegaraan dan upacara sekolah kemerdekaan hanya Merah Putih, tidak ada bendera lain,” tandasnya.







