Koma.id– Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Megawati Soekarnoputri, mengaku resah dengan maraknya aktivitas buzzer di media sosial yang dinilai memicu perpecahan. Bahkan, ia mengaku telah mengutus seseorang untuk meminta Presiden Prabowo Subianto mengambil tindakan tegas terhadap para buzzer tersebut.
“Saya sudah bilang melalui seseorang supaya Pak Prabowo membuang itu namanya buzzer-buzzer yang hanya membuat yang namanya perpecahan di antara kita sendiri, belum tentu faktanya aja,” ujar Megawati dalam acara Serambi Pancasila dan Peluncuran Buku di Gedung Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Jakarta, Senin (11/8/2025).
Megawati menegaskan tidak takut diserang oleh buzzer atas pernyataannya itu.
Besok Kepung Bundaran HI, Mahasiswa Se-Jabodetabek Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
“Saya ndak takut, karena ini adalah kebenaran, kebenaran yang hakiki,” tegasnya.
Ia juga menyayangkan banyak pihak yang lebih memilih ngedumel di belakang ketimbang menyampaikan kritik secara langsung.
Kapolri Siapkan Nobar Gratis Piala Dunia 2026 dari Mabes hingga Polsek, UMKM Ikut Kecipratan Berkah
Menurut Presiden kelima RI itu, buzzer kerap menyebar informasi tidak faktual yang memicu kegaduhan. Lebih parah lagi, mereka disebut melakukan itu demi bayaran, tanpa mempedulikan dampak perpecahan yang ditimbulkan.
“Padahal buzzer itu hanya juga dengan uang. Kalian itu siapa? Kalau kalian yang dibuat seperti itu lalu bagaimana?” ucapnya.







