Koma.id – Bupati Kolaka Timur (Koltim) Abdul Azis, memilih bungkam saat tiba di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (8/8).
Ia tiba di markas antirasuah setelah ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Makassar, Sulawesi Selatan, pada Kamis (7/8) malam.
Fernando Emas Apresiasi Polri Bongkar Jaringan Judi Online Internasional yang Libatkan 321 WNA
Mengenakan masker serta topi, Abdul Azis tiba di markas anti rasuah sekitar pukul 16.24 WIB. Politikus NasDem memilih bungkam saat ditanya oleh awak media.
Abdul Azis ditangkap lantaran diduga terlibat dugaan suap peningkatan kualitas atau status rumah sakit dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK).
Selain di Makassar, KPK lebih dulu menggelar OTT di Jakarta dan Sulawesi Tenggara (Sultra). Dari dua lokasi tersebut, KPK mengamankan tujuh orang. Rinciannya, tiga orang diamankan dari Jakarta dan empat lainnya dari Sultra.
Sebelum tim penindakan KPK menangkap Azis di Makassar sempat terjadi polemik. Wakil Ketua KPK Johanis Tanak, sebelumnya membenarkan Bupati Koltim terjaring OTT. Namun, setelah berita tersebut ramai, NasDem menggelar jumpa pers.
Bendahara Umum NasDem Ahmad Sahroni membantah Abdul Azis ditangkap KPK. Ia menjelaskan Abdul Azis sedang berada di sampingnya, di Makassar, untuk mengikuti Rakernas NasDem.









