Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
EkonomiInternasional

Intel Pangkas 24.000 Karyawan: Tanda-tanda Krisis di Sektor Chip Global?

Views
×

Intel Pangkas 24.000 Karyawan: Tanda-tanda Krisis di Sektor Chip Global?

Sebarkan artikel ini
Intel Pangkas 24.000 Karyawan: Tanda-tanda Krisis di Sektor Chip Global?

Koma.id – Raksasa teknologi Amerika Serikat, Intel Corp, mengumumkan langkah besar dalam restrukturisasi perusahaan dengan memangkas sekitar 24.000 karyawan pada tahun 2025. Keputusan ini disampaikan langsung oleh CEO Lip-Bu Tan dalam laporan keuangan kuartal kedua.

Tan menegaskan bahwa kebijakan pemutusan hubungan kerja (PHK) tersebut merupakan bagian dari strategi efisiensi dan transformasi organisasi, menyusul hasil keuangan yang mencatat kerugian bersih sebesar USD2,9 miliar pada kuartal II tahun ini. Jumlah karyawan inti Intel akan dipangkas dari 99.500 orang menjadi hanya 75.000 orang hingga akhir tahun.

Silakan gulirkan ke bawah

“Kami sedang mengambil keputusan yang sulit namun penting untuk merampingkan organisasi, mendorong efisiensi yang lebih besar, dan meningkatkan akuntabilitas di setiap level perusahaan,” tulis Tan dalam memo resmi kepada karyawan.

Langkah efisiensi juga berdampak langsung pada proyek-proyek global Intel. Tan menyatakan bahwa perusahaan akan membatalkan pembangunan fasilitas chip di Jerman dan Polandia, termasuk proyek perakitan dan pengujian yang sebelumnya direncanakan mempekerjakan sekitar 5.000 orang. Intel mengaku terlalu cepat berinvestasi sebelum mengamankan permintaan pasar yang cukup.

Di Amerika Serikat, pembangunan pabrik semikonduktor di Ohio turut dihentikan sementara. Sementara itu, operasional perakitan dan pengujian di Kosta Rika akan dipindahkan ke fasilitas yang lebih besar di Vietnam dan Malaysia. Meski demikian, sekitar 2.000 karyawan di Kosta Rika masih akan bertahan untuk divisi engineering dan korporat.

Tan, yang mulai menjabat sebagai CEO Intel pada Maret 2025, menyebut bahwa restrukturisasi ini akan membantu perusahaan bergerak lebih cepat dan gesit. Sejak awal tahun, saham Intel tercatat naik hampir 12 persen, menunjukkan optimisme pasar terhadap arah kepemimpinan baru.

Intel menjadi satu dari sejumlah raksasa teknologi yang melakukan PHK massal di tengah tahun yang penuh tantangan. Microsoft telah memberhentikan 15.000 karyawan, Meta memangkas lima persen tenaga kerja, dan Amazon juga mengurangi ratusan posisi di divisi cloud AWS.

Langkah ini menandai babak baru dalam upaya pemulihan Intel, setelah tertinggal dalam revolusi perangkat mobile dan kecerdasan buatan yang mengubah peta persaingan global.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.